Lewat tengah malam, lampu di Twin Towers Petronas, Kuala Lumpur sudah redup kemudian mati. Perlahan cahaya di Kota Kuala Lumpur pun berkurang. Tak terasa, hari baru saja berganti. Jalanan di kota ini pun terasa begitu sepi saat detikTravel datang ke sana larut malam, beberapa waktu lalu.
Namun tidak dengan salah satu sudut jalan di sana, tepatnya di Jalan Dewan Sultan Sulaiman. Cahaya lampu masih begitu terang di sana. Alunan musik kencang juga terdengar jelas.
Perlahan mobil yang saya tumpangi bersama pemenang d'Traveler of The Year dan tim dari AirAsia berhenti. Ternyata ini adalah salah tempat makan di Kuala Lumpur yang buka hingga tengah malam.
Dengan langkah semangat, saya dan rombongan perlahan memasuki tempat makan ini. Suara musik terdengar sangat kencang di sana.
Menarik kursi, kami semua duduk di posisi masing-masing dan mulai memesan makanan. Karena berada di Malaysia, kami pun memilih teh tarik sebagai minuman. Selanjutnya, kami memilih tom yam, aneka sate dan olahan sea food lainnya.
Tak terasa, waktu telah menunjukkan pukul 01.00 waktu setempat. Alunan musik masih terdengar kencang. Menengok ke kanan kiri, beberapa anak muda masih asyik menyantap makanan sambil berbincang dengan teman-temannya.
Namun tidak dengan rombongan kami. Rasa lelah sudah menggelayuti tubuh sedari mendarat di Bandara KLCC. Akhirnya, kami pun memutuskan untuk beranjak ke hotel dan beristirahat.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru