Mengenal Lebih Dekat 'Harta Karun' Istana Bogor
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Istana

Mengenal Lebih Dekat 'Harta Karun' Istana Bogor

- detikTravel
Kamis, 20 Mar 2014 15:02 WIB
Mengenal Lebih Dekat Harta Karun Istana Bogor
Bagian luar Istana Bogor (Sastri/ detikTravel)
Bogor - Istana Bogor tak cuma jadi gedung 'pemanis' di sebelah Kebun Raya Bogor. Salah satu istana Presiden RI ini punya sejuta cerita, termasuk soal aneka 'harta karun' yang ada di dalamnya. Tak ternilai harganya!

Banyak traveler bertanya-tanya, seperti apa bagian dalam Istana Bogor yang terletak di Kota Bogor, Jawa Barat? Pagar tinggi mengelilingi istana ini, penjagaan ketat mengurungkan niat wisatawan untuk masuk ke dalamnya. Padahal, lewat izin Sekretariat Negara (Setneg), Anda serombongan bisa ikut tur menjelajah Istana Bogor.

Eits, tak berarti semua tempat bisa dimasuki. Namun dari tur itu, Anda akan dibuat ternganga oleh fakta-fakta mengejutkan tentang Istana Bogor.

"Istana Bogor punya banyak 'harta karun', tak ternilai harganya," tutur Cecep Koswara SH, staf Setneg yang menemani detikTravel berkeliling Istana Bogor beberapa waktu lalu.

Banyak sejarah seru, fakta terselubung di balik dinding kokoh istana ini. Tiap ruangan menyimpan cerita, tiap benda punya makna, tiap lukisan punya filosofi. Cecep memulai tur dari sayap kiri istana, memasuki bagian dalam termasuk ruang film, perpustakaan, ruang makan, kemudian sayap kanan.

Istana Bogor, Cecep mulai bercerita, awalnya dibangun karena keinginan orang Belanda di Batavia untuk mencari tempat peristirahatan di tempat yang sejuk. Waktu itu, tahun 1744, orang Belanda sudah menganggap Batavia (kini Jakarta) terlalu ramai dan panas.

Kemudian Gubernur Jenderal pada masa itu, GW Baron van Imhoff, menemukan lahan di Kampong Baroe yang kemudian bernama Buitenzorg. Tahukah Anda, Buitenzorg artinya 'bebas dari masalah/ kesulitan'.

Van Imhoff sendiri yang merancang Istana Bogor, arsitekturnya meniru Blenheim Palace di Oxford. Bangunan itu sempat hancur beberapa kali, salah satunya karena serangan rakyat anti kompeni pada masa Perang Banten dan saat istana diduduki Jepang pada Perang Dunia II.

"Pada 1942 Jepang menduduki Istana Bogor, mengambil semua koleksi yang ada. Semua perabotan rumah tangga berbahan dasar logam diambil, dipakai untuk bahan dasar senjata," tutur Cecep.

Pada 1950, Presiden RI pertama yakni Soekarno mendiami Istana Bogor. Mulailah, istana ini dijadikan tempat bermalam tamu-tamu negara. Mulai dari Jawaharlal Nehru, Josip Broz Tito, Yasser Arafat, sampai Bill Clinton.

Lalu, apa 'harta karun' yang tersimpan di Istana Bogor? Cecep menuturkan, mulailah dari perabotannya. Semua karpet di Istana Bogor asli Persia. Marmer didatangkan langsung dari Italia. Lampu kristal dari Cekoslovakia. Semua perabotan kayu dari Jepara. Ratusan lukisan karya seniman ternama Basoeki Abdullah.

Banyak cerita menggugah soal keberadaan Soekarno di Istana Bogor. Banyak benda berharga yang dihadiahi para kepala negara, juga para putri dari berbagai negara. Di perpustakaan, terdapat 3.205 buku dalam 8 bahasa yang semuanya merupakan bacaan Sang Proklamator.

"Di tiap buku, ada potongan lidi atau bulu ayam. Kalau Soekarno sedang baca dan ada yang sedang membersihkan perpustakaan, Beliau selalu minta potongan lidi atau bulu ayam untuk jadi pembatas buku," jelas Cecep.

Soal lukisan, Istana Bogor bagai galeri seni yang tak ternilai harganya. Mengutip situs presidenri.go.id, Istana Bogor punya 448 lukisan. Sedangkan patung yang tersebar di istana dan halamannya berjumlah 216 buah.

"Itu hanya segelintir 'harta karun' yang dimiliki Istana Bogor. Masih sangat banyak cerita dan fakta lain di sini," tambah Cecep.

Tak heran, Istana Bogor bagaikan museum raksasa yang sangat istimewa. Dindingnya seperti bercerita, tiap benda seakan bicara. Anda harus melihatnya sendiri untuk bisa percaya.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads