Mengintip Bule Basah-basahan di Air Terjun Tiu Kelep, Lombok
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mengintip Bule Basah-basahan di Air Terjun Tiu Kelep, Lombok

- detikTravel
Selasa, 06 Mei 2014 07:07 WIB
Mengintip Bule Basah-basahan di Air Terjun Tiu Kelep, Lombok
Bule yang basah-basahan di Air Terjun Tiu Kelep (Afif/detikTravel)
Senaru - Lombok tak hanya dikenal dengan deretan pantai menawan. Pulau di sebelah Bali ini memiliki air terjun Tiu Kelep di kaki Gunung Rinjani yang sudah terkenal. Turis mancanegara gemar datang dan basah-basahan di sana.

Air Terjun Tiu Kelep tepatnya berada di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Air terjun ini jadi bukti betapa banyak pesona yang dipunyai Lombok, selain tiga gili dan pantai-pantai seperti Pantai Senggigi, Pantai Tanjung Aan atau Pantai Kuta.

detikTravel berkesempatan menyambangi air terjun Tiu Kelep beberapa waktu lalu. Perjalanan dimulai dari kawasan Senggigi, yang ramai dengan banyak penginapan, dengan naik mobil selama 2 jam.

Setibanya di sana, wisatawan dikenakan tiket masuk sekitar Rp 5 ribu saja untuk mengunjungi Air Terjun Tiu Kelep. Sebenarnya, Air Terjun Tiu Kelep berada di dekat Air Terjun Sendang Gile. Jadi, wisatawan lebih dulu menuju Air Terjun Sendang Gile lalu melanjutkannya ke Air Terjun Tiu Kelep. Tenang saja, tiket masuknya sudah termasuk dua air terjun tersebut.

Wisatawan harus trekking sekitar 30 menit dari pintu masuk untuk sampai di Air Terjun Tiu Kelep. Medan yang dilalui pun tak mudah, jalanannya masih tanah dan bebatuan serta menanjak. Wisatawan harus berhati-hati ketika melewati bebatuan untuk melewati sungai, karena cukup licin.

Setibanya di Air Terjun Tiu Kelep, rasa lelah seolah hilang. Air terjunnya terlihat sangat cantik dan deburan airnya cukup deras, sampai-sampai Anda bakal kebasahan terkena buih-buih airnya walau masih berjarak 6 meter dari air terjunnya.

Saat itu ternyata ada rombongan turis asal Swiss, dua orang wanita dewasa dan dua remaja pria dan wanita. Saya mengobrol dengan salah satu dari mereka, Catherine.

"Kami juga punya banyak hutan dan air terjun seperti ini. Tapi di Lombok berbeda, hutan di sini lebih hijau, liar dan lebat," katanya saat berbincang dengan saya.

Cathrine kala itu tidak ikut berenang ke kolam alami di bawah Air Terjun Tiu Kelep. Dia hanya mengawasi dua remaja pria dan wanita yang berenang, yang ternyata adalah keponakannya. Dua remaja itu terlihat begitu senang basah-basahan, sekalgus berenang.

"Ya, mereka baru pertama kali ke sini dan senang sekali," kata Cathrine.

Memang, bisa dibilang kalau Air Terjun Tiu Kelep lebih sepi daripada di Air Terjun Sendang Gile. Meski sama-sama punya panorama cantik, Air Terjun Sendang Gile selalu ramai wisatawan lokal. Di sana juga disediakan kamar mandi dan beberapa tenda warung makan.

Hal sebaliknya bisa Anda temukan di Air Terjun Tiu Kelep. Air terjun ini masih sangat alami, tidak ada warung makan atau tempat mandi untuk bilas. Tak heran, bule-bule senang datang ke sini untuk basah-basahan. Bahkan, di bawah air terjunnya terlihat pelangi saat matahari sedang terik-teriknya.

"Lombok sangat cantik," ujar Cathrine yang tangannya tak pernah lepas dari kamera untuk memotret pemandangan.

Kalau Anda berlibur ke Air Terjun Tiu Kelep, jangan kaget bertemu bule basah-basahan di sana ya!

(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads