Banyuwangi -
Bayangkan sungai dengan air berwarna cokelat yang sangat luas dan panjang. Pepohonan bakau menghiasi tepian sungainya dan tak ada manusia di sekitarnya. Inilah Segaro Anak, berasa di Sungai Amazon padahal di Banyuwangi.
Tahu Sungai Amazon di Brasil bukan? Sungainya punya ukuran yang sangat lebar dan panjangnya seolah tak berujung. Hutan di sekitar sungainya membuat Amazon makin terlihat gahar. Tak perlu jauh-jauh ke sana, di Banyuwangi, Jawa Timur juga ada pemandangan seperti itu.
detikTravel menyambangi Segaro Anak beberapa waktu lalu. Berikut, penampakan Segaro Anak:
1. Kawasan mangrove terbesar di Pulau Jawa
(Afif/detikTravel)
|
Namanya adalah Segaro Anak yang berada di Ekowisata Mangrove Bedul di dalam kawasan Taman Nasional Banyuwangi. Alamat lengkapnya di Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. detikTravel menyambangi Segaro Anak beberapa waktu lalu.
Segaro Anak ternyata adalah kawasan mangrove terbesar di Pulau Jawa. Panjangnya membentang 15 km dan punya luas 1.350 hektar. Pepohonan bakau pun menyelimuti kawasan mangrove ini.
2. Disebut 'Sungai Amazon'
(Afif/detikTravel)
|
Nah, para pemandu setempat sering mendengar kalau turis lokal atau mancanegara menyebut Segaro Anak dengan sebutan Amazon. Kalau dilihat, pemandangan di Segaro Anak memang tak beda jauh dengan Sungai Amazon di Brasil sana.
Biasanya, turis yang datang ke Segaro Anak bakal menyewa boat dengan harga Rp 200 ribu-260 ribu. Ditemani pemandu dari Taman Nasional Alas Purwo, turis bakal diajak menyisir sungai di Segaro Anak dan melihat hutan bakau dari dekat. Saat itulah, Segaro Anak bakal terlihat bagaikan Sungai Amazon.
3. Sungai Kere, favorit turis
(Afif/detikTravel)
|
Ketika mengarungi Segaro Anak, turis biasanya diajak ke Sungai Kere. Inilah tempatnya nelayan yang memancing ikan atau menjaring udang beristirahat. Di Sungai Kere terdapat beberapa perahu kayu nelayan yang bersandar di daratan dan gubuk kecil.
Pemandangan di Sungai Kere pun tak kalah cantik. Airnye berwarna cokelat pekat, lalu sungainya tidak terlalu lebar. Sehingga membuat, boat yang ditumpangi turis seolah membelah hutan bakau. Mantap!
4. Tidak dihuni manusia
(Afif/detikTravel)
|
Meski sering disinggahi nelayan, tapi tidak ada manusia yang menetap di Segaro Anak. Itu membuat suasana di Segaro Anak makin 'liar'. Di Segaro Anak, Anda hanya akan melihat burung, biawak dan suara-suara serangga. Asal tahu saja, Segaro Anak jadi habitat 40 jenis burung.
Anda tak akan menemukan sampah di Segaro Anak!
5. Surganya fotografer
(Afif/detikTravel)
|
Bagi turis yang suka berfoto-foto, maka Segaro Anak adalah surga. Ada banyak angle menarik yang bisa Anda abadikan dalam kamera. Permukaan airnya yang tenang saja, bagaikan cermin raksasa yang memantulkan benda apapun di atasnya. Belum lagi, ketika ada banyak burung yang melintasi Segaro Anak.
Kalau mampir ke Banyuwangi, sempatkan mampir ke Segaro Anak di Taman Nasional Alas Purwo. Dijamin tak bakal menyesal!
Namanya adalah Segaro Anak yang berada di Ekowisata Mangrove Bedul di dalam kawasan Taman Nasional Banyuwangi. Alamat lengkapnya di Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. detikTravel menyambangi Segaro Anak beberapa waktu lalu.
Segaro Anak ternyata adalah kawasan mangrove terbesar di Pulau Jawa. Panjangnya membentang 15 km dan punya luas 1.350 hektar. Pepohonan bakau pun menyelimuti kawasan mangrove ini.
Nah, para pemandu setempat sering mendengar kalau turis lokal atau mancanegara menyebut Segaro Anak dengan sebutan Amazon. Kalau dilihat, pemandangan di Segaro Anak memang tak beda jauh dengan Sungai Amazon di Brasil sana.
Biasanya, turis yang datang ke Segaro Anak bakal menyewa boat dengan harga Rp 200 ribu-260 ribu. Ditemani pemandu dari Taman Nasional Alas Purwo, turis bakal diajak menyisir sungai di Segaro Anak dan melihat hutan bakau dari dekat. Saat itulah, Segaro Anak bakal terlihat bagaikan Sungai Amazon.
Ketika mengarungi Segaro Anak, turis biasanya diajak ke Sungai Kere. Inilah tempatnya nelayan yang memancing ikan atau menjaring udang beristirahat. Di Sungai Kere terdapat beberapa perahu kayu nelayan yang bersandar di daratan dan gubuk kecil.
Pemandangan di Sungai Kere pun tak kalah cantik. Airnye berwarna cokelat pekat, lalu sungainya tidak terlalu lebar. Sehingga membuat, boat yang ditumpangi turis seolah membelah hutan bakau. Mantap!
Meski sering disinggahi nelayan, tapi tidak ada manusia yang menetap di Segaro Anak. Itu membuat suasana di Segaro Anak makin 'liar'. Di Segaro Anak, Anda hanya akan melihat burung, biawak dan suara-suara serangga. Asal tahu saja, Segaro Anak jadi habitat 40 jenis burung.
Anda tak akan menemukan sampah di Segaro Anak!
Bagi turis yang suka berfoto-foto, maka Segaro Anak adalah surga. Ada banyak angle menarik yang bisa Anda abadikan dalam kamera. Permukaan airnya yang tenang saja, bagaikan cermin raksasa yang memantulkan benda apapun di atasnya. Belum lagi, ketika ada banyak burung yang melintasi Segaro Anak.
Kalau mampir ke Banyuwangi, sempatkan mampir ke Segaro Anak di Taman Nasional Alas Purwo. Dijamin tak bakal menyesal!
(sst/sst)
Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura