Sekilas tidak ada ada yang aneh dengan bangunan tua di seberang Gedung Tjipta Niaga di Kota Tua, Jakarta. Tapi di dalamnya, kita melihat akar pohon yang sangat lebat. Suasana di dalamnya seperti di Angkor Wat, Kamboja.
Dari luar, bangunan yang akrab disebut 'Rumah Akar' itu tampak normal. Tidak banyak orang tahu seperti apa kondisi bekas gudang yang sempat didiamkan lama tersebut. Sempat tidak dipakai, ternyata pohon dan akarnya sudah 'menginvasi' keseluruhan rumah itu.
Akar pohon terlihat mengular di tembok Rumah Akar. Sedangkan sebuah pohon yang cukup besar terlihat tumbuh di ruang tengah Rumah Akar. Batangnya menjulang hingga menembus atap bangunan. Sinar matahari pun dapat masuk ke dalam Rumah Akar melalui langit bangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Rumah Akar tidak terbuka setiap saat dikarenakan faktor kemananan. Bangunan tersebut memang sudah tua dan cukup rapuh. Rumah Akar hanya dibuka bagi umum saat event tertentu saja.
Kalau mau merogoh kocek, Anda bisa menyewa Rumah Akar dengan tarif Rp 160 ribu per jam. Memang tidak murah untuk menikmati keunikan Rumah Akar, tapi Rumah Akar juga sering disewa untuk foto pre-wed hingga lokasi pemotretan dan syuting.
Saat terbaik untuk mengunjunginya adalah saat ada event seperti Festival Kota Tua atau Kota Tua Creative Festival. Seringkali Rumah Akar dibuka saat itu. Jika dibuka, sempatkan untuk mampir dan mengagumi salah satu keunikan Kawasan Kota Tua ini.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura
Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?
Bali Kehilangan Sawah, 3 Ribu Hektare Raib dalam 8 Tahun