Siapa Sangka, Jakarta Secantik Ini di Kala Malam

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Siapa Sangka, Jakarta Secantik Ini di Kala Malam

- detikTravel
Selasa, 23 Des 2014 07:19 WIB
Siapa Sangka, Jakarta Secantik Ini di Kala Malam
(Randy/detikTravel)
Jakarta - Jutaan orang memperlakukan Jakarta hanya sebagai tempat mencari uang. Manusia komuter meninggalkan Jakarta yang kesepian di malam hari. Padahal saat itulah Jakarta menampilkan wajah cantiknya.

Sebentar lagi Tahun Baru, tapi mungkin tidak semua orang punya waktu libur lama. Bagi warga ibukota Jakarta yang tidak ke mana-mana, menikmati berbagai landmark Jakarta saat malam juga menarik kok.

Dari Monumen Selamat Datang di Bundaran HI, Monas, sampai daerah Pasar Baru, semuanya terlihat makin cantik saat malam tiba. detikTravel sendiri berkesempatan untuk mengabadikan 6 landmark Jakarta di kala malam akhir pekan lalu. Seperti ini penampakannya:

1. Monumen Selamat Datang

(Randy/detikTravel)
Hampir setiap orang yang bekerja di daerah Sudirman dan Thamrin melewati Monumen Selamat Datang di Bundaran HI. Di kala macet, tidak ada yang spesial dengan monumen yang dibangun Presiden Soekarno untuk menyambut Asian Games IV pada tahun 1962 itu.

Namun ketika malam tiba, Monumen Bunderan HI tidak ada ubahnya ibarat model cantik. Tidak sedikit orang yang ingin mengabadikan kemolekannya yang bermandikan cahaya. Keindahannya memang makin tampak saat malam tiba.

2. Monas

(Randy/detikTravel)
Monas memang merupakan landmark kebanggaan Jakarta dan Indonesia. Monas hampir selalu masuk list tempat yang wajib didatangi, baik oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Monumen yang dibangun Presiden Soekarno ini memang sarat sejarah dan nilai perjuangan.

Pada hari biasa dan weekend saja, Monas selalu ramai dikunjungi wisatawan. Monas sendiri juga sering menjadi tempat diselenggarakannya berbagai event sampai pentas seni. Monas saat malam tentu lebih indah, terutama ketika tugu api yang ada menyala.

3. Masjid Istiqlal

(Randy/detikTravel)
Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal tidak hanya luas, namun juga cantik. Masjid yang dirancang oleh Frederich Silaban ini memang merupakan salah satu landmark kebanggaan Jakarta dan umat Islam. Letaknya yang berseberangan dengan Gereja Katedral, memang melambangkan toleransi.

Menariknya, Masjid Istiqlal dapat dikunjungi oleh siapa saja. Kubah masjid pun terlihat makin cantik dengan warna kuning ketika malam, belum lagi dengan latar Monas di belakangnya.

4. Gereja Katedral

(Randy/detikTravel)
Landmark cantik berikutnya terletak hanya di seberang Masjid Istiqlal, yaitu Gereja Katedral Jakarta. Gereja yang punya nama asli Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga ini, memang punya desain bernuansa Gotik yang kental.

Boleh dibilang kalau Gereja Katedral Jakarta merupakan salah satu gereja terindah di Indonesia. Keindahannya pun makin menjadi-jadi ketika lampu di atas menaranya dinyalakan. Dengan angle yang tepat, Gereja Katedral Jakarta sudah tidak ada beda dengan gereja di Eropa.

5. Pasar Baru

(Randy/detikTravel)
Siapa warga Jakarta yang tidak mengenal Pasar Baru? Kawasan perdagangan yang didirikan tahun 1820 ini memang serba ada, sekaligus pusat perbelanjaan tertua di Jakarta. Keunikannya pun sudah terlihat dari gerbang masuknya yang kental dengan nuansa Tionghoa.

Masuk ke dalamnya, Anda akan menjumpai berbagai toko yang menjual makanan hingga barang antik. Kecantikan Pasar Baru mungkin kalah dengan sesaknya keramaian saat pasar masih aktif, tapi tunggu saat malam tiba. Lampu yang menghiasi Pasar Baru membuatnya terlihat seperti suatu kawasan di Tiongkok sana.

6. Museum Fatahillah

(Randy/detikTravel)
Bergeser sedikit dari Pasar Baru ke arah Kota, Anda akan sampai di Kawasan Kota Tua Jakarta. Salah satu landmark paling menarik di sini, tentu adalah Museum Fatahillah. Museum yang juga dikenal dengan nama Museum Batavia ini memang merupakan bangunan peninggalan Belanda.

Apabila kawasan Pasar Baru sudah seperti di Tiongkok, maka kawasan Kota Tua tidak ada ubahnya dengan di Belanda. Ketika malam tiba, Museum Fatahiilah pun menyala dan kian cantik. Sejumlah event sering diadakan di sini. Kawasan ini pun nantinya akan direvitalisasi seperti dulu kala. Landmark Jakarta memang mempesona!
Halaman 2 dari 7
Hampir setiap orang yang bekerja di daerah Sudirman dan Thamrin melewati Monumen Selamat Datang di Bundaran HI. Di kala macet, tidak ada yang spesial dengan monumen yang dibangun Presiden Soekarno untuk menyambut Asian Games IV pada tahun 1962 itu.

Namun ketika malam tiba, Monumen Bunderan HI tidak ada ubahnya ibarat model cantik. Tidak sedikit orang yang ingin mengabadikan kemolekannya yang bermandikan cahaya. Keindahannya memang makin tampak saat malam tiba.

Monas memang merupakan landmark kebanggaan Jakarta dan Indonesia. Monas hampir selalu masuk list tempat yang wajib didatangi, baik oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Monumen yang dibangun Presiden Soekarno ini memang sarat sejarah dan nilai perjuangan.

Pada hari biasa dan weekend saja, Monas selalu ramai dikunjungi wisatawan. Monas sendiri juga sering menjadi tempat diselenggarakannya berbagai event sampai pentas seni. Monas saat malam tentu lebih indah, terutama ketika tugu api yang ada menyala.

Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal tidak hanya luas, namun juga cantik. Masjid yang dirancang oleh Frederich Silaban ini memang merupakan salah satu landmark kebanggaan Jakarta dan umat Islam. Letaknya yang berseberangan dengan Gereja Katedral, memang melambangkan toleransi.

Menariknya, Masjid Istiqlal dapat dikunjungi oleh siapa saja. Kubah masjid pun terlihat makin cantik dengan warna kuning ketika malam, belum lagi dengan latar Monas di belakangnya.

Landmark cantik berikutnya terletak hanya di seberang Masjid Istiqlal, yaitu Gereja Katedral Jakarta. Gereja yang punya nama asli Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga ini, memang punya desain bernuansa Gotik yang kental.

Boleh dibilang kalau Gereja Katedral Jakarta merupakan salah satu gereja terindah di Indonesia. Keindahannya pun makin menjadi-jadi ketika lampu di atas menaranya dinyalakan. Dengan angle yang tepat, Gereja Katedral Jakarta sudah tidak ada beda dengan gereja di Eropa.

Siapa warga Jakarta yang tidak mengenal Pasar Baru? Kawasan perdagangan yang didirikan tahun 1820 ini memang serba ada, sekaligus pusat perbelanjaan tertua di Jakarta. Keunikannya pun sudah terlihat dari gerbang masuknya yang kental dengan nuansa Tionghoa.

Masuk ke dalamnya, Anda akan menjumpai berbagai toko yang menjual makanan hingga barang antik. Kecantikan Pasar Baru mungkin kalah dengan sesaknya keramaian saat pasar masih aktif, tapi tunggu saat malam tiba. Lampu yang menghiasi Pasar Baru membuatnya terlihat seperti suatu kawasan di Tiongkok sana.

Bergeser sedikit dari Pasar Baru ke arah Kota, Anda akan sampai di Kawasan Kota Tua Jakarta. Salah satu landmark paling menarik di sini, tentu adalah Museum Fatahillah. Museum yang juga dikenal dengan nama Museum Batavia ini memang merupakan bangunan peninggalan Belanda.

Apabila kawasan Pasar Baru sudah seperti di Tiongkok, maka kawasan Kota Tua tidak ada ubahnya dengan di Belanda. Ketika malam tiba, Museum Fatahiilah pun menyala dan kian cantik. Sejumlah event sering diadakan di sini. Kawasan ini pun nantinya akan direvitalisasi seperti dulu kala. Landmark Jakarta memang mempesona!

(ptr/ptr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads