detikTravel berkesempatan mengikuti tim adventure lovely Desember bersama CSR PT Sewatama. Tim pun berkesempatan untuk melihat isi gua Bukit Malilli. Berbekal senter yang disewakan tour guide bukit Malilli seharga Rp 20.000.
Uniknya saat menelusuri bagian dalam gua akan didmapingi anak kecil bernama Iwan (8), bocah cilik itu akan menjadi tour guide selama di dalam gua. Di bagian dalam gua terdapat kuburan turunan keluarga Kerajaan Ketekesu, tak hanya kuburan yang terdapat tulang belulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini ada batu yang berbentuk bagian dari tulang belakang manusia, setelah kiri ini kalau diperhatikan lebih jauh batu itu terlihat seperti buaya. Sedangkan di bagian belakang kita itu berbentuk hidung manusia," imbuh Iwan.
Gua tersebut memiliki kedalaman sekitar 100 meter. Jangan heran jika sepanjang gua tersebut terdapat sisa botol minuman bersoda. Pasalnya sisa botol minuman merupakan bagian dari seserahan.
"Itu memang bagian seserahan, setiap natal kebiasaan orang sini suka membawa barang kesukaan dari sanak keluarga yang dikuburkan di sini," ujar Iwan saaat menemani gua.
Sayangnya keindahan dari stalagmit dan pesona mistis milik dari bukit Malilli dirusak oleh tangan wisatawan jahil. Jika melihat bagian atas gua, dapat terlihat coretan tangan wisatawan.
"Biasa ini wisatawan yang masuk nggak pake guide suka usil, kadang-kadang batunya ada yang diambil," tutupnya.
Perjalanan ke dalam gua bukit Malilli sangat menguras tenaga. Meski begitu, traveler tidak dirugikan atas pengetahuan yang didapat. Bagi anda yang berlibur ke Toraja Utara jangan lupa untuk datang ke cagar budaya milik Kerajaan Ketekesu.
Penasaran kisah selanjut, nantikan reportase detikTravel bersama PT Sewatama di Tanah Toraja, Sulawesi Tenggara.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Viral Baling-Baling Pesawat Diikat Cable Tie, Wings Air Buka Suara
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
Momen Langka! Induk Harimau Sumatra Melahirkan 4 Anak Sekaligus di Prigen