Prihatin! Gua Kuburan Cagar Budaya Toraja Dirusak Tangan Jahil

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Prihatin! Gua Kuburan Cagar Budaya Toraja Dirusak Tangan Jahil

- detikTravel
Jumat, 26 Des 2014 16:27 WIB
Prihatin! Gua Kuburan Cagar Budaya Toraja Dirusak Tangan Jahil
Jalan menuju Bukit Malilli (Edward/detikTravel)
Jakarta - Bukit Malilli yang menjadi kuburan bagi kerajaan Ketekesu Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Tenggara dan juga cagar budaya. Sayangnya bukit itu penuh akan coretan tangan-tangan wisatawan yang jahil.

detikTravel berkesempatan mengikuti tim adventure lovely Desember bersama CSR PT Sewatama. Tim pun berkesempatan untuk melihat isi gua Bukit Malilli. Berbekal senter yang disewakan tour guide bukit Malilli seharga Rp 20.000.

Uniknya saat menelusuri bagian dalam gua akan didmapingi anak kecil bernama Iwan (8), bocah cilik itu akan menjadi tour guide selama di dalam gua. Di bagian dalam gua terdapat kuburan turunan keluarga Kerajaan Ketekesu, tak hanya kuburan yang terdapat tulang belulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gua bukit Malilli juga menawarkan batuan stalagmit yang memiliki beragam unik bentuk. Berjarak sekitar 50 meter dari bibir guat kita dapat stalagmit berbentuk buaya, hidung manusia dan bagian tulang belakang manusia. Jalan terjal, licin dan gelap menjadi salah satu bagian tantangan saat masuk ke dalam gua.

"Di sini ada batu yang berbentuk bagian dari tulang belakang manusia, setelah kiri ini kalau diperhatikan lebih jauh batu itu terlihat seperti buaya. Sedangkan di bagian belakang kita itu berbentuk hidung manusia," imbuh Iwan.

Gua tersebut memiliki kedalaman sekitar 100 meter. Jangan heran jika sepanjang gua tersebut terdapat sisa botol minuman bersoda. Pasalnya sisa botol minuman merupakan bagian dari seserahan.

"Itu memang bagian seserahan, setiap natal kebiasaan orang sini suka membawa barang kesukaan dari sanak keluarga yang dikuburkan di sini," ujar Iwan saaat menemani gua.

Sayangnya keindahan dari stalagmit dan pesona mistis milik dari bukit Malilli dirusak oleh tangan wisatawan jahil. Jika melihat bagian atas gua, dapat terlihat coretan tangan wisatawan.

"Biasa ini wisatawan yang masuk nggak pake guide suka usil, kadang-kadang batunya ada yang diambil," tutupnya.

Perjalanan ke dalam gua bukit Malilli sangat menguras tenaga. Meski begitu, traveler tidak dirugikan atas pengetahuan yang didapat. Bagi anda yang berlibur ke Toraja Utara jangan lupa untuk datang ke cagar budaya milik Kerajaan Ketekesu.

Penasaran kisah selanjut, nantikan reportase detikTravel bersama PT Sewatama di Tanah Toraja, Sulawesi Tenggara.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads