detiktravel bersama tim adventur PT Nagata Dinamika anak perusahaan PT Sewatama berkesempatan untuk melihat upacara Rambu Solok Puang Dina Lona'Londongallo ibu Bupati Tana Toraja Utara, Theofilius Allolerangun. Persiapan upacara Rambu Solok sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.
Prosesi utama adat pun sudah dimulai sejak tanggal 25 Desember 2014 hingga 3 Januari 2015. Selama prosesi itu keluarga menerima tamu mulai dari sanak saudara hingga cucu yang merupakan turunan terakhirnya. Selama prosesi itu pun keluarga yang ditinggalkan tidak boleh berduka mereka harus merayakan dengan berpesta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam proses upacara Rambu Solok Bupati Theofilius Alolrellangun ada beberapa bagian yang sengaja dihilangkan. Ini karena Nene Dina Lona'Londongallo sudah menganut paham nasarani.
"Karena ada bagian ritual dari Alut todolo yang merupakan paham aninisme. Selebihnya semua dilakukan cara yang sama sesuai adat," imbunhnya.
Selama prosesi upacara Rambu Solok mulai dari anak-anak hingga cicitnya harus menemani jenazah di lankien selama 9 hari 8 malam. Lankien sendiri merupakan tempat untuk menaruh jenazah sebelum dimasukan ke dalam liang di tebing batu.
"Untuk jumlah kerbau minimal satu keluarga inti menyumbang empat kerbau itu belum termasuk kerbau dari keluarga yang lain kalau dihitung bisa ratusan kerbau," ujarnya.
Samuel mengatakan selama rangkaian acara penerimaan tamu. Masing-masing kerbau dari keluarga Nene Dina Lona'Londongallo akan diadu.
"Ya itu hanya acara hiburan. Nanti tanggal 29 Desember semua kerbau yang milik keluarga akan dikorbankan," tuturnya.
Puncak acara Prosesi Rambu Solok akan dilakukan pada 3 Januari 2015. Saat itu jenazah akan dibawa tebing untuk dikuburkan di tebing gunung.
"Karena nenek ini masih ada turunan bangsawan dari kerajaan Sangala jadi akan dimakamkan ke dalam tebing batu," tutupnya.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar