Surprise! Kab Meranti Punya Tradisi Perang Air Lebih Heboh dari Thailand

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Surprise! Kab Meranti Punya Tradisi Perang Air Lebih Heboh dari Thailand

- detikTravel
Senin, 23 Feb 2015 07:22 WIB
Surprise! Kab Meranti Punya Tradisi Perang Air Lebih Heboh dari Thailand
Tradisi perang air di Selat Panjang, Kab Meranti (Fitraya/detikTravel)
Meranti -

Wisatawan sudah tahu tradisi perang air di Thailand yang disebut Songkran. Kejutannya adalah, Kabupaten Meranti di Indonesia ternyata punya tradisi perang air yang lebih heboh di saat Imlek.

‎Kabupaten Meranti di Kepulauan Riau, 40 persen penduduknya adalah etnis Tionghoa. Tak heran kalau mereka memiliki tradisi Imlek yang seru dan menarik. Dalam 6 hari pertama setelah Imlek, mereka memiliki tradisi perang air di jalanan.

Seperti saat detikTravel berkunjung ke ibukota kabupaten ini, yaitu daerah Selat Panjang. Semua orang, tua muda, mempersenjatai diri dengan bom air dalam kantung plastik, ember, gayung dan aneka jenis pistol air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mirip Songkran di Thailand bukan?‎ Tapi yang lebih heboh adalah, di Meranti perang airnya dilakukan dari atas kendaraan becak motor. Peserta perang air berkelompok 4-6 orang dalam satu becak motor.

Mereka melawan peserta yang ada di becak motor lain dan juga melawan peserta yang menunggu di pinggir jalan. Ada ratusan becak motor yang terlihat dalam perang air ini.

Karena naik becak motor, rute perang air ini sangat panjang. Dari Jl Diponegoro, Jl Kartini, Jl Imam Bonjol dan Jl Tebing Tinggi. Anda bisa pilih, mau jadi tim yang berkeliling dengan becak motor atau menjadi tim yang menunggu di pinggir jalan.

"Ini tradisi sejak 2-3 tahun belakangan ini, awalnya cuma konvoi becak motor, terus anak kecil main pistol air, sekarang semua main perang air," kata Suhardi, warga Meranti yang bersama teman-temannya menunggu di pinggir jalan dengan jejeran embar dan aneka pistol air.

Untuk mengamankan perang air, polisi membuat lalu lintas menjadi satu arah di jalur perang air dengan putaran searah jarum jam. Perang air mulai dari pukul 16.00-18.00 WIB.

‎Byur! Byur! Ceprat! Ceprot! Warga dari atas becak motor melempar bom air, dibalas berondongan tembakan senapan air dari pinggir jalan. Suasana super heboh. Ada juga yang memakai semprotan busa sabun yang bikin suasana makin seru.

Etnis Tionghoa dan Melayu berbaur dalam suasana yang akrab. Kebanyakan warga Melayu tidak naik becak motor tapi menyerang dari pinggir jalan, atau menjual amunisi perang air. Iya betul, gelas air mineral dijual buat amunisi perang air. Bukan main!

Perang air ini juga jadi kejutan buat sepasang backpacker Polandia, Dominic dan Greg yang baru pertama kali menjumpai hal ini. Menurut mereka memang mirip seperti di Thailand tapi lebih seru.

"Heboh banget, apa nama tradisi ini?" tanya mereka kepada detikTravel.

Memang tidak ada nama khusus. Warga menyebutnya hanya tradisi perang air saat Imlek.

Jika lain kali liburan Imlek, coba datang ke Kabupaten Meranti dalam 6 hari pertama Imlek. Anda bisa ikutan perang air ini. Siap-siap basah ya!

(shf/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads