Setiap bangsa memiliki pahlawan dan tokoh perempuan yang paling dikenang. Indonesia punya beberapa tokoh dan pahlawan perempuan semacam itu. Momen peringatan Hari Kartini adalah saat yang tepat untuk mengingat semua destinasi wisata sejarah yang mengenang para perempuan hebat ini.
Rembang di Jawa Tengah menyimpan makam sosok perempuan penting negeri ini, RA Kartini. Pejuang emansipasi perempuan ini dikebumikan di sana. Buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang' yang ditulisnya semasa hidup, begitu fenomenal dan menggegerkan sampai ke Negeri Belanda yang waktu itu masih menjajah Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunjungan ke makam RA Kartini yang terletak di Desa Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini seakan berada di waktu yang tepat. Sebab, bulan April ini Indonesia akan merayakan hari Kartini yang lahir tanggal 21 April 1879.
Makam Kartini paling banyak dikunjungi pada peringatan hari lahirnya, yang kebetulan tahun ini jatuh pada Selasa (21/4/2015). Ribuan wisatawan bisa datang untuk mengaji dan tahlil di makamnya. Pengunjung bisa membludak ke luar kompleks pemakaman.
Komplek pemakaman itu tidak hanya ada makam RA Kartini. Makam dari keluarga RA Kartini, Kanjeng Raden Mas Adipati Arjo Singgih Djojoadiningrat yang juga sebagai bupati pertama Rembang juga ada di komplek pemakaman ini. Tapi tetap, yang paling dikenal adalah makam pahlawan wanita Indonesia, RA Kartini.
Untuk berkunjung ke sini, memang tidak ada persyaratan khusus. Makam ini dibuka untuk umum setiap hari. Jadi, Anda bisa berziarah ke sini kapan pun Anda mau. Pengelola makam ini memang tidak menarik biaya dari pengunjungnya. Namun, di dalam makam ada sebuah kotak amal yang bisa diisi oleh pengunjungnya seikhlasnya.
Nah, Anda yang dadakan datang ke sini tidak perlu khawatir. Sebab, pengurus makam telah menyediakan beberapa buah surat yasin untuk dibaca para peziarah. Di sekitar makam juga ada penjual bunga tabur harganya Rp 2.500 per bungkus.
Yang perlu diingat, di sini dilarang mengambil foto sambil berdiri. Foto sambil berdiri dianggap tidak menghormati Ibu Kartini. Makanya, jika Anda ingin berfoto, wisatawan yang memfoto dan difoto lebih baik duduk atau sekadar berlutut.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura
Bali Kehilangan Sawah, 3 Ribu Hektare Raib dalam 8 Tahun
Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?