Dalam undangan Media Fam Trip oleh Hyatt Regency Yogyakarta, detikTravel sempat berkunjung ke bengkel kerajinan perak Priyo Salim di Kebohan KG 3/547, Kotagede. Selain dapat melihat dan membeli berbagai koleksi kerajinan perak, traveler juga dapat melihat proses pembuatannya langsung.
"Kalau di sini ini bengkel kerajinannya, tapi tokonya beda lagi letaknya, pengunjung juga bisa lihat proses pembuatan peraknya" ujar pemilik toko perak Priyo Salim kepada detikTravel, Sabtu (9/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses berikutnya, lempengan perak pun ditipiskan dengan bantuan sebuah mesin. Barulah setelah itu lempengan perak dibentuk sesuai kebutuhan dan dipoles hingga menjadi lebih mengkilap. Jujur saja, melihat proses pembuatan perak dari langsung, membuat traveler lebih menghargai kerajinan perak yang dibuat dengan susah payah.
"Proses pembuatan kerajinan perak ini kalau dari awal, kurang lebih ada empat sampai lima tahap sampai selesai," jelas Priyo.
Membuat kerajinan perak memang tidak hanya membutuhkan waktu dan biaya bahan baku yang tidak murah, namun juga ketelitian dan dedikasi. Pak Priyo juga memberikan kesempatan bagi siswa SMK hingga anak kuliahan untuk datang dan belajar langsung proses pembuatan perak di bengkel kerjanya.
Sebagai seorang pengrajin perak, Priyo memang sangat peduli akan keberlangsungan kerajinan perak. Ia pun tidak hentinya mempromosikan kerajinan perak dan menurunkan ilmu pembuatannya pada siapa saja yang mau belajar.
Jadi apabila Anda berkunjung ke Yogyakarta, tidak ada salahnya mampir ke bengkel perak Priyo untuk melihat proses pembuatan kerajinan perak. Bagaimana pun juga, kerajinan perak merupakan salah satu budaya Indonesia yang harus dilestarikan.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong