Naik Gunung Pertama Kali, ke Mana Pilihannya?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Naik Gunung

Naik Gunung Pertama Kali, ke Mana Pilihannya?

Kurnia Yustiana - detikTravel
Kamis, 28 Mei 2015 11:30 WIB
Naik Gunung Pertama Kali, ke Mana Pilihannya?
(Putri/detikTravel)
Bandung - Mendaki gunung memang bukan hal yang mudah, tapi sebenarnya bisa dilakukan siapa saja. Dari sekian banyak gunung di Indonesia, ada beberapa yang punya jalur cukup landai dan cocok untuk pendaki pemula. Mau tahu di mana saja?

Baik di wilayah Indonesia bagian barat maupun timur, ada gunung yang ramah untuk traveler yang baru pertama kali mendaki. Dirangkum detikTravel, Kamis (27/5/2015) berikut 6 gunung yang asyik untuk didaki pertama kali:

1. Gunung Putri

(Twitter)
Tak jauh dari Jakarta, tepatnya di Cihideung, Bandung, ada Gunung Putri dengan ketinggian 1.450 mdpl. Gunung ini cocok bagi pemula yang ingin trekking santai dan berkemah. Sebelum mendaki, jangan lupa siapkan jaket tebal karena cuaca di gunung cukup dingin.

Panorama alam sekitarnya Gunung Putri terlihat sungguh mempesona. Sambil mendaki, traveler bisa menyaksikan hamparan perkebunan teh yang luas. Ada pula beberapa jurang, tebing serta air terjun yang masih asri.

2. Gunung Gede-Pangrango

(Muhammad Catur Nugraha/d'Traveler)
Gunung ini ada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Saking luasnya, taman nasional ini masuk dalam tiga wilayah, yaitu Sukabumi, Bogor dan Cianjur.

Kedua gunung ini seringkali menjadi favorit untuk didaki traveler di akhir pekan. Sekali mendaki, langsung dapat dua gunung.

Ketika tiba di Alun-alun Suryakencana dan Mandalawangi, Anda akan melihat hamparan padang bunga edelweiss yang begitu memanjakan mata. Walaupun ramai didaki, gunung ini masih cukup asri lho. Pengelola melarang keras pendaki meninggalkan sampah ketika naik gunung.

3. Gunung Papandayan

(Asti/detikTravel)
Gunung Papandayan tingginya sekitar 2.665 mdpl dan bisa ditemui di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Meskipun tingginya lebih dari 2 ribu meter, traveler yang baru pertama kali mendaki tak perlu khawatir. Jalur pendakian gunung ini cenderung landai dan cukup bersahabat.

Spot yang biasanya digunakan untuk mendirikan tenda adalah di Tegal Alun dan Pondok Salada. Tegal Alun ini mirip dengan Alun-alun Suryakencana Gunung Gede. Ada tanah luas dengan hamparan bunga edelweiss ketika musim penghujan tiba.

Begitu pula dengan Pondok Salada, Anda bisa melihat tanaman yang dijuluki bunga abadi serta Hutan Mati yang cukup unik. Hutan ini dipenuhi pohon-pohon mati tanpa satu pun daun yang terlihat. Butuh trekking dengan waktu sekitar 3 jam untuk mencapai Tegal Alun dan 2 jam hingga Pondok Salada.

4. Gunung Nglanggeran

(Adolfb/d'Traveler)
Gunung Api Purba atau Nglanggeran ada di Kecamatam Pathuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Jalur yang cukup mudah dilalui tentunya menguntungkan para pendaki pemula. Tapi Anda harus tetap berhati-hati melangkah, ketika melewati bebatuan besar.

Lama waktu yang dibutuhkan dari pos keamanan hingga ke puncak gunung skeitar 1,5 jam. Tersedia 5 pos yang bisa dipakai sebagai tempat istirahat selama mendaki ke puncak. Sesampainya di puncak, Anda bisa melihat indahnya pemandangan Yogyakarta dari ketinggian.

5. Gunung Ijen

(Leonard Anthony/d'Traveler)
Nama Gunung Ijen tentunya sudah tak asing lagi di telinga. Gunung ini ada di Banyuwangi, Jawa Timur dan terkenal dengan api birunya yang langka. Puncak gunung ini berada di ketinggian 2.443 mdpl.

Bagi traveler yang baru pertama kali mendaki, gunung patut dicoba karena jalurnya cukup menantang. Pada dinding kawah, kemiringannya mencapai 60 derajat. Tapi tenang saja, asal berhati-hati dan gigih Anda pasti bisa mencapai puncak.

Jangan lupa siapkan kamera dengan baterai penuh sebelum mendaki. Setelah lelah mendaki, tentunya Anda tak ingin ketinggalan memotret api biru di Kawah Ijen yang hanya ada dua di dunia bukan? Tapi tetap utamakan keselamatan ya saat memotret.

6. Gunung Kelimutu

(Putri/detikTravel)
Beralih ke kawasan Indonesia timur, ada Gunung Kelimutu di Ende, Nusa Tenggara Timur. Gunung Kelimutu tingginya 1.639 mdpl, meskipun jauh cocok sekali untuk pemula. Selain itu, gunung ini punya danau yang tersohor yaitu Danau Tiga Warna.

Jika penasaran, Anda bisa memulai pendakian dari Desa Moni di lereng gunung. Selama mendaki, tersaji panorama alam yang sungguh indah. Apalagi ketika mencapai puncak, rasa lelah akan terbayar dengan menyaksikan Danau Tiga Warna yang unik!
Halaman 2 dari 7
Tak jauh dari Jakarta, tepatnya di Cihideung, Bandung, ada Gunung Putri dengan ketinggian 1.450 mdpl. Gunung ini cocok bagi pemula yang ingin trekking santai dan berkemah. Sebelum mendaki, jangan lupa siapkan jaket tebal karena cuaca di gunung cukup dingin.

Panorama alam sekitarnya Gunung Putri terlihat sungguh mempesona. Sambil mendaki, traveler bisa menyaksikan hamparan perkebunan teh yang luas. Ada pula beberapa jurang, tebing serta air terjun yang masih asri.

Gunung ini ada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Saking luasnya, taman nasional ini masuk dalam tiga wilayah, yaitu Sukabumi, Bogor dan Cianjur.

Kedua gunung ini seringkali menjadi favorit untuk didaki traveler di akhir pekan. Sekali mendaki, langsung dapat dua gunung.

Ketika tiba di Alun-alun Suryakencana dan Mandalawangi, Anda akan melihat hamparan padang bunga edelweiss yang begitu memanjakan mata. Walaupun ramai didaki, gunung ini masih cukup asri lho. Pengelola melarang keras pendaki meninggalkan sampah ketika naik gunung.

Gunung Papandayan tingginya sekitar 2.665 mdpl dan bisa ditemui di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Meskipun tingginya lebih dari 2 ribu meter, traveler yang baru pertama kali mendaki tak perlu khawatir. Jalur pendakian gunung ini cenderung landai dan cukup bersahabat.

Spot yang biasanya digunakan untuk mendirikan tenda adalah di Tegal Alun dan Pondok Salada. Tegal Alun ini mirip dengan Alun-alun Suryakencana Gunung Gede. Ada tanah luas dengan hamparan bunga edelweiss ketika musim penghujan tiba.

Begitu pula dengan Pondok Salada, Anda bisa melihat tanaman yang dijuluki bunga abadi serta Hutan Mati yang cukup unik. Hutan ini dipenuhi pohon-pohon mati tanpa satu pun daun yang terlihat. Butuh trekking dengan waktu sekitar 3 jam untuk mencapai Tegal Alun dan 2 jam hingga Pondok Salada.

Gunung Api Purba atau Nglanggeran ada di Kecamatam Pathuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Jalur yang cukup mudah dilalui tentunya menguntungkan para pendaki pemula. Tapi Anda harus tetap berhati-hati melangkah, ketika melewati bebatuan besar.

Lama waktu yang dibutuhkan dari pos keamanan hingga ke puncak gunung skeitar 1,5 jam. Tersedia 5 pos yang bisa dipakai sebagai tempat istirahat selama mendaki ke puncak. Sesampainya di puncak, Anda bisa melihat indahnya pemandangan Yogyakarta dari ketinggian.

Nama Gunung Ijen tentunya sudah tak asing lagi di telinga. Gunung ini ada di Banyuwangi, Jawa Timur dan terkenal dengan api birunya yang langka. Puncak gunung ini berada di ketinggian 2.443 mdpl.

Bagi traveler yang baru pertama kali mendaki, gunung patut dicoba karena jalurnya cukup menantang. Pada dinding kawah, kemiringannya mencapai 60 derajat. Tapi tenang saja, asal berhati-hati dan gigih Anda pasti bisa mencapai puncak.

Jangan lupa siapkan kamera dengan baterai penuh sebelum mendaki. Setelah lelah mendaki, tentunya Anda tak ingin ketinggalan memotret api biru di Kawah Ijen yang hanya ada dua di dunia bukan? Tapi tetap utamakan keselamatan ya saat memotret.

Beralih ke kawasan Indonesia timur, ada Gunung Kelimutu di Ende, Nusa Tenggara Timur. Gunung Kelimutu tingginya 1.639 mdpl, meskipun jauh cocok sekali untuk pemula. Selain itu, gunung ini punya danau yang tersohor yaitu Danau Tiga Warna.

Jika penasaran, Anda bisa memulai pendakian dari Desa Moni di lereng gunung. Selama mendaki, tersaji panorama alam yang sungguh indah. Apalagi ketika mencapai puncak, rasa lelah akan terbayar dengan menyaksikan Danau Tiga Warna yang unik!

(Johanes Randy/Fitraya Ramadhanny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads