Rumah pengasingan Soekarno ini terletak di Jalan Perwira, Ende. Letaknya berjarak tak jauh dari pantai yang ada di kota tersebut. Rumah bercat putih ini memiliki halaman yang luas dengan rumput hijau. Meski usianya sudah cukup tua bangunan ini masi cukup terawat dan rapi.
Saat peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2015 lalu, dapat dijumpai umbul-umbul dan juga bendera Merah Putih yang sengaja dipasang di halaman rumah ini. Tampak juga jendela berukuran lebar yang menjadi bagian rumahnya.
Rumah itu pun terlihat luas, dengan banyak tanah lapang yang tersisa. Di bagian dalam terdapat foto-foto hitam putih saat Soekarno berada di Ende. Selain itu terdapat beberapa ruangan, termasuk ruang tidur dan ruang tamu.
Setelah memasuki pintu masuk, langsung terlihat barang-barang yang pernah digunakan Soekarno saat di pengasingan, termasuk biola yang pernah Soekarno mainkan. Biola ini sudah cukup rusak keadaannya. Di ruangan tempat tidur Soekarno juga masih terlihat ranjang yang biasa digunakan beliau.
Di bagian belakang terdapat ruangan yang biasa Soekarno gunakan untuk salat. Sedangkan dapur dan kamar mandi terletak terpisah dari bangunan utama. Di lokasi ini juga terdapat sumur yang biada digunakan Soekarno untuk mengambil air.
Selain rumah pengasingan, di Ende juga terdapat pohon sukun yang kerap dijadikan Soekarno sebagai tempat merenung. Di bawah pohon itulah, Soekarno mendapatkan ilham soal Pancasila.
Namun, pohon asli yang digunakan Soekarno untuk memikirkan Pancasila sudah tumbang. Adapun sebatang pohon sukun baru tumbuh di lokasi yang sama persis, seperti dahulu kala Soekarno merenung.
Jarak pohon Sukun dari rumah pengasingan Soekarno sekitar 100 meter. Di dekat pohon ini dapat dijumpai juga Patung Soekarno yang berukuran cukup besar dan tengah duduk di bangku panjang, dengan kolam kecil di sekelilingnya.
Apabila traveler tengah berkunjung ke Ende, tentunya jangan lupa untuk singgah sejenak ke Rumah Pengasingan Bung Karno dan pohon sukun di Lapangan Pancasila. Sambil traveling, kenali juga sejarah bangsa kita.
(rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha