Femas Bukan Hilang di Korea, Dia Sengaja Kabur dan Diduga Bersembunyi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Femas Bukan Hilang di Korea, Dia Sengaja Kabur dan Diduga Bersembunyi

Mira Rachmalia - detikTravel
Selasa, 21 Jul 2026 17:48 WIB
Femas saat diduga berada di Masjid Ansan Korea Selatan
Femas diduga bersembunyi di masjid kota Ansan, Korea Selatan (dok. Istimewa)
Sidoarjo -

CEO Berani Backpacker, Fariz Ragil Ramadhani, meluruskan bahwa Femas Yani Arianto bukan hilang di Korea, tetapi sengaja kabur dan bersembunyi.

Fariz meluruskan anggapan yang berkembang di tengah masyarakat terkait kasus peserta open trip yang meninggalkan rombongan saat berwisata di Korea Selatan.

Menurut dia, Femas bukan merupakan orang hilang, melainkan diduga sengaja meninggalkan rombongan dan berusaha menghindari proses penegakan hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan Fariz menyusul masih adanya pemberitaan maupun komentar di media sosial yang menyebut Femas sebagai orang hilang. Ia menilai, istilah tersebut tidak tepat karena pihaknya telah menerima sejumlah informasi yang mengarah pada dugaan keberadaan Femas di Korea Selatan.

"Tapi saya juga ingin meluruskan informasi yang beredar. Femas ini bukan hilang. Dia meninggalkan rombongan secara sengaja dan diduga bersembunyi," kata Fariz saat diwawancarai, Selasa (21/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Fariz, sejak Femas meninggalkan rombongan, Berani Backpacker terus memperoleh informasi dari sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Korea Selatan. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak-pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.

Ia mengatakan, pihaknya juga memiliki dokumentasi berupa foto serta keterangan dari beberapa WNI yang mengarah pada dugaan lokasi keberadaan Femas.

"Kami juga punya dokumentasi, foto, dan informasi dari beberapa WNI di Korea Selatan yang mengarah pada keberadaannya. Karena itu, menurut saya lebih tepat jika ini dipahami sebagai kasus peserta yang meninggalkan rombongan dan berusaha menghindari proses penegakan hukum, bukan kasus orang hilang," ujarnya.

Fariz mempertanyakan penggunaan istilah "orang hilang" dalam kasus tersebut. Menurutnya, apabila seseorang benar-benar hilang di negara asing, hal yang lazim dilakukan adalah mencari pertolongan kepada aparat setempat maupun perwakilan Indonesia.

Sebaliknya, hingga saat ini Femas disebut tidak pernah menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul maupun kepolisian Korea Selatan untuk meminta bantuan.

"Kalau memang hilang, ngapain harus bekerja? Kalau memang hilang, kenapa dia tidak mencari bantuan atau melapor kepada KBRI maupun kepolisian?" ujarnya.

Fariz mengatakan, setiap informasi yang diterima mengenai dugaan lokasi Femas langsung diteruskan kepada pihak terkait, termasuk melalui KBRI di Seoul. Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi terbaru yang diterimanya, kepolisian Korea Selatan bahkan telah mendatangi salah satu lokasi yang diduga menjadi tempat keberadaan Femas, yakni kawasan Masjid Ansan.

Namun, ketika petugas tiba di lokasi, Femas disebut sudah tidak berada di tempat dan diduga telah berpindah ke lokasi lain.

"Dari informasi yang kami terima, aparat di Korea Selatan juga memiliki prosedur tersendiri. Mereka tidak bisa begitu saja melakukan penindakan di dalam rumah ibadah, sehingga prosesnya memang tidak semudah yang dibayangkan," kata Fariz.

Fariz menegaskan, saat ini Berani Backpacker tidak lagi melakukan upaya pencarian secara mandiri. Seluruh informasi yang diperoleh telah disampaikan kepada pihak yang berwenang di Korea Selatan untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Ia berharap, Femas segera kembali ke Indonesia agar persoalan yang muncul akibat kasus tersebut tidak semakin meluas dan dapat segera diselesaikan.

"Kami tinggal menyerahkan prosesnya kepada pihak-pihak yang memang memiliki kewenangan di Korea Selatan. Kami berharap Femas segera kembali ke Indonesia agar persoalan ini bisa segera selesai," pungkasnya.


---------

Artikel ini telah naik di detikJatim.



(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads