Kemacetan yang terjadi di Cipularang sepanjang malam sampai pagi tadi, Selasa (21/7/2015) tentu mengejutkan dan bikin was-was mereka yang hendak kembali ke Jakarta hari ini. Silakan pantau kondisi traffic di aplikasi Google Maps. Kalau sampai kejadian macet lagi, mungkin saatnya untuk beralih ke jalur reguler Bandung-Jakarta via Purwakarta.
Selain menghindari macet yang bikin stress di Cipularang, menempuh jalur reguler via Purwakarta memberikan kita kesempatan untuk berwisata kuliner Sate Maranggi Cibungur. Sate Maranggi Cibungur letaknya di Jl Raya Cibungur antara pintu Tol Cikopo dan pintu Tol Sadang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sengaja mampir saja ke Sate Maranggi, habisnya tadi di Tol Cipularang macet banget. Lapar dan rest area masih jauh. Saya tadi malah keluar sejak pintu tol Jatiluhur, soalnya buntut kemacetan sampai situ. Lihat di Google Maps macetnya panjang," kata Desti (34) traveler tujuan Depok.
Suasana Sate Maranggi Cibungur penuh dengan ratusan orang. Sebuah spanduk besar menegaskan kalau Sate Maranggi tidak membuka cabang di tempat lain. Artinya yang lain adalah abal-abal. Puluhan pegawai rumah makan sibuk menggeber sate, membelah kelapa, meracik sambal kecap, membungkus nasi dan lain-lain. Ramai dan seru!
"Ini bagaimana sih cara pesannya?" ujar ibu-ibu yang kebingungan.
Ya, jangan bingung ya kalau makan di Sate Maranggi Cibungur. Wisata kuliner Sate Maranggi Cibungur dikonsep seperti food court. Wisatawan tidak memesan makanan di meja, melainkan mendatangi sendiri konter-konter menu makanan bermodalkan selembar kertas berisi daftar menu.
Favoritnya di sini tentu saja adalah sate maranggi dan es kelapa muda. Datangi konter satenya, kita akan ditanya berapa tusuk dan pegawainya sudah menyiapkan ratusan tusuk sate yang sudah matang dibakar. Kemudian ke konter nasi untuk mengambil nasi berbungkus daun pisang, dan konter-konter menu lainnya sesuai selera.
"Ayo geser-geser, yang sudah ambil sate, ambil nasi!" kata para petugas berteriak-teriak memberi komando.
10 tusuk sate maranggi, es kelapa muda, sop dengkul dan tahu tempe jadi teman saya makan malam. Nyamm! Sambal kecap dan tomat menambah nikmat sate maranggi. Sop dengkul pun gurih betul. Es kelapa muda, mungkin agak kemanisan tapi tak apa.
Harganya pun masih sesuai isi dompet. 10 Tusuk sate maranggi Rp 35.000, es kelapa muda Rp 15.000, sop dengkul Rp 23 ribu. Masih ada belasan menu lain khas Sunda mulai dari sayur asem, pepes, karedok, kupat tahu sampai rujak. Pokoknya, wisatawan tinggal datangi konternya. Puas makan, jangan lupa bawa catatan pesanannya ke kasir ya.
Perut kenyang, saatnya melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Cek traffic Google Maps, supaya bisa memutuskan mau masuk dari pintu tol Cikopo, Dawuan atau Klari yang tidak terjebak macet.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru