Pertama kali masuk ke kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terlihat suasana yang cukup meriah. Ada sebuah museum kecil terpampang di sana mulai dari cinderamata khas Belitung Timur sampai museum mini kopi yang memang menjadi minuman favorit masyarakat kota yang berjuluk Negeri Sejuta Pelangi itu.
Namun jika melongkok ke dalam, terlihat suasana seperti di kebun binatang. Hal itu nampak dengan adanya sebuah kandang buaya yang cukup besar dan hewan Tarsius bancanus yang merupakan satwa identitas Bangka Belitung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin memberikan kesan bahwa kantor dinas pariwisata itu bukan tempat yang menyeramkan. Tapi sebuah tempat tur yang wajib dikunjungi wisatawan dan masyarakat sini," ungkap Dr Helly kepada detikTravel, Rabu (5/7/2015).
Tak hanya buaya dan tarsius, di sana juga terdapat kandang ular dan monyet. Masing-masing hewan tersebut diberikan tempat yang cukup besar layaknya seperti kandang di kebun binatang.
"Masih banyak masyarakat Belitung Timur yang belum pernah melihat langsung hewan tarsius. Di sini mereka bisa melihat langsung dan memberikan makanan," tambah dia.
Selain memperkenalkan binatang-binatang, kantor dinas kebudayaan dan pariwisata tersebut juga menampilkan adat dan kebudayaan khas Belitung Timur. Dari budaya pernikahan sampai permainan asli sana.
"Bisa dibilang ini adalah sebuah pendidikan wisata agar masyarakat bisa menghargai lingkungan dan memanfaatkannya dengan baik," lanjutnya.
Dari mini zoo tersebut banyak sekolah-sekolah dan taman kanak-kanak yang kerap datang ke sana. Mereka belajar dan mengenal budaya asli tanah kelahirannya.
"Banyak sekolah yang datang ke sini juga wisatawan-wisataman. Kalau anak-anak mereka bisa belajar sambil bermain di sini," kata pria berusia 50 tahun itu.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru