Jakarta -
Monas merupakan salah satu objek wisata wajib kunjung saat liburan ke Jakarta. Tapi, jarang yang sadar bahwa ada 5 patung pahlawan yang bisa ditemui di sini. Yuk kunjungi mereka saat libur Hari Kemerdekaan. Siapa saja ya?
Satu hal yang pasti dilakukan wisatawan saat liburan ke Monas adalah memotret monumen yang berujung emas. Selain itu, berjalan-jalan menikmati tamannya. Tahukah Anda, di sana ada 5 patung pahlawan yang juga bisa dilihat.
Dari 4 sisi Monas, tersebar patung-patung pahlawan yang tak kalah menarik dari monumen itu sendiri. Disusun detikTravel, Jumat (14/8/2015) inilah 5 patung keren yang bisa ditemui di Monas:
1. Pangeran Diponegoro
(Shafa/detikTravel)
|
Yang pertama, bisa dibilang juga sebagai patung yang paling keren adalah patung Pangeran Diponegoro. Beda dengan pahlawan lainnya, yang satu ini patungnya termasuk besar.
Ukurannya sekitar 3 kali dari bentuk aslinya. Sang pangeran digambarkan sedang berada di atas kuda dan sedang menunjuk ke depan. Wajahnya digambarkan memiliki semangat juang yang membara.
Latar belakang Monas pun menjadi pemandangan yang dramatis. Nah, tidak sulit untuk menemukan patung ini karena berada di sisi utara Taman Monas. Tepatnya menghadap Istana Kepresidenan.
2. Chairil Anwar
(Shafa/detikTravel)
|
Masih di tempat yang sama yaitu ada patung Chairil Anwar. Maju dari patung Pangeran Diponegoro, ada patung kepala Chairil Anwar yang berdiri membelakangi taman nan cantik.
Patung kepala ini berdiri di atas monumen berplakat marmer. Di sana tertulis potongan puisinya yang paling terkenal yaitu Karawang Bekasi. Selain itu, sekitar 2 meter dari patung terdapat plakat penjelasan mengenai sang pujangga.
3. Mohammad Husni Thamrin
(Shafa/detikTravel)
|
Di sisi barat Monas, ada patung yang namanya sering diabadikan menjadi nama jalan di beberapa kota. Namanya Mohammad Husni Thamrin atau yang biasa dikenal dengan MH Thamrin.
Mohammad Husni Thamrin, lahir di Batavia (Jakarta) pada 16 Februari 1894. Beliau merupakan seorang politisi di era Hindia Belanda. MH Thamrin dikenal sebagai tokoh Betawi yang pertama kali menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) di Hindia Belanda, mewakili kelompok pribumi.
Pemikirannya yang menganggap pemerintah harus mendekati kemauan rakyat untuk dapat memerintah dengan baik, masih jadi panutan dan dasar bagi banyak orang.
4. Raden Ajeng Kartini
(Shafa/detikTravel)
|
3 Patung RA Kartini bisa Anda temui di bagian timur tepatnya yang menghadap Gambir. Di sini ada 3 patung di mana patung terbesar adalah RA Kartini. Serta, dua patung yang lebih kecil lainnya adalah gambaran wanita.
Ada yang sedang menyusui, ada pula yang sedang menari. RA Kartini menjadi tokoh emansipasi wanita. Di mana dahulu wanita masih dianggap sebelah mata.
Patung ini menjadi tanda persahabatan antara Indonesia dan Jepang. Jadi, ada 2 sisi penjelasan di bawah patung Kartini yaitu yang berbahasa Indonesia dan berbahasa Jepang.
5. Patung Ikada
(Shafa/detikTravel)
|
Terakhir memang bukan pahlawan melainkan mengenai sebuah kejadian bersejarah. Namanya Patung Ikada. Di mana Ikada sendiri merupakan sebuah lapangan yang jadi saksi perjuangan para pemuda dan rayat pada rapat besar tanggal 19 September 1945.
Saat itu, mereka berkumpul di Lapangan Ikada untuk mendengar pidato Bung Karno. Rapat tetap berjalan, sekalipun tentara Jepang yang masih ada di Indonesia telah menjaga Lapangan Ikada dengan senjata lengkap. Lapangan Ikada kini menjadi Lapangan Monumen Nasional dimana Monas berdiri tegak. Patung Ikada ada di sisi selatan Monas.
Yang pertama, bisa dibilang juga sebagai patung yang paling keren adalah patung Pangeran Diponegoro. Beda dengan pahlawan lainnya, yang satu ini patungnya termasuk besar.
Ukurannya sekitar 3 kali dari bentuk aslinya. Sang pangeran digambarkan sedang berada di atas kuda dan sedang menunjuk ke depan. Wajahnya digambarkan memiliki semangat juang yang membara.
Latar belakang Monas pun menjadi pemandangan yang dramatis. Nah, tidak sulit untuk menemukan patung ini karena berada di sisi utara Taman Monas. Tepatnya menghadap Istana Kepresidenan.
Masih di tempat yang sama yaitu ada patung Chairil Anwar. Maju dari patung Pangeran Diponegoro, ada patung kepala Chairil Anwar yang berdiri membelakangi taman nan cantik.
Patung kepala ini berdiri di atas monumen berplakat marmer. Di sana tertulis potongan puisinya yang paling terkenal yaitu Karawang Bekasi. Selain itu, sekitar 2 meter dari patung terdapat plakat penjelasan mengenai sang pujangga.
Di sisi barat Monas, ada patung yang namanya sering diabadikan menjadi nama jalan di beberapa kota. Namanya Mohammad Husni Thamrin atau yang biasa dikenal dengan MH Thamrin.
Mohammad Husni Thamrin, lahir di Batavia (Jakarta) pada 16 Februari 1894. Beliau merupakan seorang politisi di era Hindia Belanda. MH Thamrin dikenal sebagai tokoh Betawi yang pertama kali menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) di Hindia Belanda, mewakili kelompok pribumi.
Pemikirannya yang menganggap pemerintah harus mendekati kemauan rakyat untuk dapat memerintah dengan baik, masih jadi panutan dan dasar bagi banyak orang.
3 Patung RA Kartini bisa Anda temui di bagian timur tepatnya yang menghadap Gambir. Di sini ada 3 patung di mana patung terbesar adalah RA Kartini. Serta, dua patung yang lebih kecil lainnya adalah gambaran wanita.
Ada yang sedang menyusui, ada pula yang sedang menari. RA Kartini menjadi tokoh emansipasi wanita. Di mana dahulu wanita masih dianggap sebelah mata.
Patung ini menjadi tanda persahabatan antara Indonesia dan Jepang. Jadi, ada 2 sisi penjelasan di bawah patung Kartini yaitu yang berbahasa Indonesia dan berbahasa Jepang.
Terakhir memang bukan pahlawan melainkan mengenai sebuah kejadian bersejarah. Namanya Patung Ikada. Di mana Ikada sendiri merupakan sebuah lapangan yang jadi saksi perjuangan para pemuda dan rayat pada rapat besar tanggal 19 September 1945.
Saat itu, mereka berkumpul di Lapangan Ikada untuk mendengar pidato Bung Karno. Rapat tetap berjalan, sekalipun tentara Jepang yang masih ada di Indonesia telah menjaga Lapangan Ikada dengan senjata lengkap. Lapangan Ikada kini menjadi Lapangan Monumen Nasional dimana Monas berdiri tegak. Patung Ikada ada di sisi selatan Monas.
(shf/Aditya Fajar Indrawan)
Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bule Swiss Ejek Nyepi di Bali, PHDI Buka Suara