Pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) di Kabupaten Probolinggo, terbilang unik. Pasalnya, saat iring-iringan perahu yang membawa calon jamaah haji beserta ratusan warga pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, ini diangkut memakai perahu yang sudah dihias.
Satu-persatu perahu hias itu tiba di pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo. Satu perahu hias mampu menampung sekitar 100 hingga 150 orang, sedangkan perahu yang mengiring ada sekitar 10 perahu, diperkirakan ada hampir 500 lebih warga mengiring calon jamaah haji yang akan berangkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahmad Masidun, salah satu pengantar CJH, setiap tahun ratusan bahkan ribuan warga selalu mengantar CJH dari Pulau Gili ke Pelabuhan Tanjung Tembaga. Warga biasa menyebut tradisi βngater kajienβ atau mengantarkan hajian.
"Tradisi 'ngater kajien' warga Gili ini sleuruhnya adalah sebagai nelayan, dan ini sudah menjadi tradisi warga secara turun-temurun," aku Ahmad Masidun kepada detikTravel, Rabu (9/9/2015).
Sementara itu, berdasarkan data dari kantor Kementrian Agama Kabupaten Probolinggo, untuk tahun ini, hanya ada 8 CJH dari warga pulau gili ketapang. Total jumlah CJH asal Kabupaten Probolinggo, sebanyak 675 orang, yang dibagi kloter 47 dan 48.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?