Ketiga benteng ini terletak di perbukitan Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Konon, perekat bebatuan ini adalah putih telur burung maleo. Meski begitu, bangunan benteng masih terlihat kokoh padahal dibangun di tahun 1500-an.
Menurut Uet Oasis, Ketua Komunitas My Trip My Adventure Chapter Gorontalo, nama ketiga benteng itu diambil dari nama penemunya. Otanaha misalnya, diambil dari nama Naha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benteng ini menggunakan bahan dari pasir dan batu kapur. Benteng Otanaha dibangun dengan tinggi 7 meter dan berdiameter 20 meter. Dari atas benteng Otanaha, traveler akan melihat pemandangan menarik. Kecantikan alam bisa dinikmati ketika matahari mulai tenggelam dengan view Danau Limboto.
Menurut legenda, Danau Limboto dulunya bernama 'Bulalo lo limu o tutu'. Artinya kurang lebih adalah danau yang dibentuk dari jeruk, yang jatuh dari kahyangan.
Oh ya, Danau Limboto ini awalnya memiliki kedalaman 32 meter dengan luas 3.000 hektar. Sayangnya karena pendangkalan, kedalaman danau saat ini hanya 5 sampai 8 meter. Cuaca yang kurang mendukung pun membuat air Danau Limboto makin surut.
(krn/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru