Batu tersebut ada Puncak Gunung Somatua yang punya ketinggian 4.700 mdpl. Tak perlu capek-capek mendakinya, karena batunya sudah terlihat jelas dengan mata telanjang ketika detikTravel berada di New Zealand Pass. Trek yang dilalui saat menuju ke Bascamp Danau-danau.
"Lho, batunya kok seperti itu ya, kayak mau jatuh tapi seimbang begitu. Aneh," ujar salah satu pendaki yang ikut Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015, Bambang Suprayogi kepada saya ketika sedang berjalan di New Zealand Pass, Rabu (26/8/2015) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya pandangi dan perhatikan, sekaligus terus memotretnya. Tapi sayang, saya tidak bisa lama-lama karena harus menuju ke Basecamp Danau-danau. Apalagi, tinggal saya dan Bambang yang tertinggal jauh ke belakang.
Maximus Tipagau, selaku masyarakat asli Papua dan penanggung jawab Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015 lantas memberitahu saya ketika ekspedisi sudah selesai dan kembali ke Jakarta. Menurutnya, itulah fenomena alam yang unik di sekitar Puncak Carstensz.
"Di sekitar Puncak Carstensz, banyak fenomena alam yang unik. Batu yang kamu lihat, itu baru satu saja. Batu itu memang sudah ada sejak dari dulu dan terbentuk secara alami," katanya.
Saya pun teringat, dulu pernah membuat artikel mengenai batu Krishna di India. Suatu fenomena alam yang pemandangannya sama, yakni batunya seolah melawan gravitasi.
Menurut Maximus, batu unik yang lokasinya tak jauh dari Puncak Carstensz itu jarang didatangi oleh manusia. Sebab, medan pendakiannya sangat berat karena banyak celah di tebing dan kemiringannya 90 derajat.
"Mungkin menarik kalau kita buat ekspedisi ke sana lagi ya," katanya mengajak saya.
(aff/Aditya Fajar Indrawan)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru