Saat trekking dari Desa Sogokmo menuju Desa Kurima bersama rombongan Mahakarya Indonesia pekan lalu, langkah kaki saya terhenti ketika mendengar teriakan dari pemandu saya. Sambil berteriak, ia menunjuk buah yang menggantung di salah satu tumbuhan merambat.
"Itu namanya pohon koteka atau pohon Bobe. Itu buahnya yang dipakai untuk membuat koteka, seperti labu itu," cerita pemandu rombongan Mahakarya Indonesia yang bernama Herriman Sihotang.
Di Papua, pohon koteka yang menghasilkan labu (Lagenaria siceraria) tersebut memang dipakai oleh masyarakat sekitar untuk dibuat koteka. Secara fisik buah labu tersebut berwarna kehijauan dan tidak berbentuk bundar, melainkan lonjong dan berlekuk.
"Cara buatnya, buah labu itu dikosongkan isinya lalu dijemur hingga kering. Kalau sudah kering barulah buah labu itu dilukis agar lebih cantik dan mengkilap," papar Herriman Sihotang.
Jadi sebenarnya bentuk koteka yang biasa traveler lihat itu adalah asli seperti bentuk buah labunya. Bedanya, koteka sudah dilukis dan tidak polos seperti buah labu aslinya.
Selain menjadi alat penutup kelamin dan simbol kebanggaan, koteka juga menjadi salah satu suvenir yang dapat dibeli jika berkunjung ke Papua. Namun tidak hanya suvenir, mungkin saja traveler berminat untuk memakainya. Siapa tahu.
(rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar