Kendaraan yang biasanya dipakai khusus mengangkat dan memindahkan barang jarak pendek ini 'nangkring' di dasar laut. Jumlahnya 3 unit dan berada di spot yang tak jauh dari Pantai Pasir Putih. Para penyelam menyebutnya 'Forklift Point'.
(Arifin/detikTravel) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asyik juga. Kalau foto bersama terumbu karang atau ikan sih sudah biasa. Kali ini saya foto di forklift," kata Awaludin Ilham, pelajar kelas VI SDN Percobaan Surabaya usai menyelam, Sabtu (16/1/2016).
Awaludin Ilham bersama rombongan sengaja memilih menyelam di Pasir Putih karena arusnya tenang dan penasaran dengan adanya forklift yang melantai di dasar laut.
"Senang, rasa penasaran hilang sudah," katanya.
Mungkin forklift di dasar laut itu yang pertama di Indonesia. Kendaraan bekas yang sudah rusak itu sengaja diletakkan di dasar laut sengaja untuk menjadi tontotan para penyelam yang memang kerap menyelam di Pasir Putih.
(Arifin/detikTravel) |
"Forklift itu diterjunkan ke laut sekitar lima bulan lalu, ini sengaja kok, agar penyelam mendapatkan pemadangan yang berbeda dibanding destinasi lain," terang SolikinΒ (38), salah satu guide dan commercial diving yang menemani rombongan penyelam dari Surabaya itu.
Menurut Solikin, penempatan bangkai truk dan lebih dua unit forklift di dasar laut itu ide dari penyelam lokal Pasir Putih. Akhirnya, ada penyelam dari Surabaya yang juga pengusaha penyewaan forklift menyumbang. Selain menjadi tujuan penyelam, forklift itu juga untuk pengembangan terumbu karang.
"Ya kita juga yang menceburkan dengan bantuan ponton buatan dan balon," kata Solikin yang didampingi Arifin, rekannya sejawat.
Bahkan, para pemandu selam di Pasir Putih juga membuat candi buatan dan patung binatang yang diletakkan di dasar laut. Tujuannya untuk pelestarian terumbu karang di kawasan setempat.
(Arifin/detikTravel) |
"Biar ke depan terumbu karangnya menjadi luar biasa," tambah Arifin yang sudah menyelam sejak masih duduk di bangku SMP ini.
Menurut Arifin, di Pasir Putih terdapat spot-spot yang cukup menarik untuk diselami. Ia mencontohkan, Karang Jaring, Watu Lawang, Teluk Pelita, Atol Palapa dan Hill Pecaron.
"Selain pemandangan alam, terumbu karang dan ikannya tak kalah menarik dibanding daerah lain. Dan jangan lupa, diver bisa foto-foto bersama forklift," kata Arifin.
Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Surabaya, Gunarto, yang ditemui di lokasi memberikan apresiasi kepada tour guide diving lokal yang turut peduli untuk kelestarian terumbu karang dan keindahan bawah laut.
"Kreatif juga untuk menjaga kelestarian dan keindahan alam bawah laut," katanya.
(shf/shf)












































(Arifin/detikTravel)
(Arifin/detikTravel)
(Arifin/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam
Menhub Usulkan Masjid di Jalur Arus Lebaran Jadi Rest Area Pemudik