Ya, destinasi wisata baru telah diresmikan. Desa Wisata Migas, namanya. Terletak di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Pemkab Bojonegoro, SKK Migas dan Pertamina EP telah resmi membuka kawasan yang dipenuhi sumur minyak bumi tua pada Rabu (27/4/2016).
Untuk menuju ke lokasi membutuhkan perjuangan dan wajib ekstra hati-hati. Lokasi Wisata Petroleum Geogeritage itu berada di atas bukit yang dikepung hutan jati. Dari pusat kota Bojonegoro bisa menempuh dengan kendaraan pribadi. Untuk mencapai lokasi membutuhkan waktu hampir 1.5 Jam dengan jarak tempuh hampir 45 Kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desa Wisata Migas terlihat dari kejauhan (Budi Sugiharto/detikTravel)
Untuk menuju lokasi wisata minyak dan gas bumi Wonocolo ini, traveler bisa lewat Kalitidu-Malo atau juga bisa melalui Cepu, Jawa Tengah. Namun, bagi yang dari Tuban bisa mengambil rute melalui Ponco-Padang-Malo-Kedewan. Lokasi Wonocolo ini berada di atas bukit di utara Bengawan Solo.
Setiba di Desa Wonocolo, traveler tidak perlu tergesa mengeplorasi pemandangan dramatis sekitar 250 sumur yang ditambang tradisional. Mampirlah di rumah singgah 'Wahana Wisata Migas' atau Petroleum Geopark yang telah disediakan.
Di rumah singgah yang setiap hari dijaga petugas dari Dinas Pariwisata ini akan memberikan banyak informasi tentang sejarah sumur tua, lokasi kuliner, hingga fosil kepala gajah purba maupun fosil lainnya yang juga dipamerkan.
Fosil-fosil purba (Budi Sugiharto/detikTravel)
"Setiap hari rata-rata 10 wisatawan yang datang. Kan masih baru dibuka," kata Ibram, petugas jaga rumah singgah kepada detikcom, Minggu (8/5/2016).
Di rumah singgah ini, sudah disiapkan selebaran maupun leflet tentang Daya Tarik Wisata di Bojonegoro, Panduan Petroleum Geoheritage, hingga maket-maket lokasi sumur tua maupun yang dikelola Pertamina EP.
Ke depan, di rumah singgah ini rencananya akan disiapkan kamar-kamar bagi traveler yang akan menginap. Namun sekarang dua kamar yang tersedia hanyak dikhususkan untuk tamu pemerintahanan.
"Masih ada dua kamar untuk tamu, nantinya ada rencana untuk wisatawan," tambah Ibram.
Melihat proses penambangan dari dekat (Budi Sugiharto/detikTravel)
Setelah puas menggali informasi tentang Petroleum Geoheritage, traveler tentu tak akan sabar menjelajah ke sumur tua yang tersebar di Bukit Wonocolo. Sumur-sumur tua yang ditambang tradisional itu sungguh dramatis dan eksotik jika difoto.
Traveler juga bisa menyaksikan langsung cara menambang minyak bumi hingga penyulingan menjadi solar dan bensin hingga minyak tanah yang semuanya dilakukan secara tradisional oleh warga setempat secara berkelompok.
Wisata anti mainstream (Budi Sugiharto/detikTravel)
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok