Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) terkenal dengan sebutannya Pulau Seribu Masjid. Banyak masjid berumur puluhan hingga ratusan tahun di Pulau Lombok ini.
Salah satunya adalah Masjid Nurul Falah di daerah Jempong, Lombok Barat. Masjid ini merupakan yang tertua di daerah Jempong. Dibangun sekitar tahun 1960-an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya masjid selalu identik dengan bentuknya yang melingkar dan langit-langit bangunannya yang tinggi menjulang. Namun, di masjid ini, bentuk bangunannya seperti perahu.
Mempunyai banyak segi. Dan juga mempunyai anjungan seperti perahu. Maka dari itu, masjid ini juga sering disebut oleh jamaahnya sebagai Masjid Perahu.
Menurut pengurus masjid, Sardan, sang pembuat masjid yang berasal dari Jempong terinspirasi dari kisah Nabi Nuh. Ketika itu saat azab Allah SWT datang ke kaum Nabi Nuh, beliau membuat sebuah perahu yang bisa menampung banyak sekali makhluk hidup.
"Nabi Nuh kan waktu itu membuat perahu. Nah, perahunya kan bisa nampung manusia, hewan segala jenis ada. Nah maka itu, apalagi Lombok kan identik dengan laut dan pantai. Jadi yang bikin, saya lupa namanya terinspirasi dari situ," ucap Sardan yang telah menjadi pengurus masjid sejak tahun 2000.
Masjid ini juga telah mengalami beberapa kali renovasi, yaitu di tahun 2000 dan 2015. Renovasi dilakukan karena ada beberapa bagian masjid yang rusak dan telah dimakan rayap.
Di bulan Ramadan ini, Masjid Perahu banyak dikunjungi oleh musafir seperti saya ini. Entah untuk sekadar mengetahui cerita di balik pembuatan masjid atau juga untuk sembahyang dan berteduh.
Rumah ibadah itu juga merupakan satu-satunya masjid di daerah Jempong. Bila menjelang buka puasa, para jamaah masjid menggelar pengajian bersama. Saat bedug magrib berkumandang, mereka pun menyantap makanan buka puasa bersama.
Masjid Perahu selama bulan Ramadan juga menggelar salat tarawih berjamaah. Jumlahnya 24 rakaat. Setelah tarawih, para jamaah biasanya tadarus bersama.
Masjid Perahu ini juga memiliki sebuah sumur yang dikeramatkan. Konon kabarnya, sumur tersebut adalah sumber mata air pertama di Desa Jempong. Bagi Anda yang penasaran dan ingin berwisata religi, langsung datang saja ke Desa Jempong, Lombok. (yds/krn)












































Komentar Terbanyak
Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah, Setuju?
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, MTI: Momentum Perbaiki Perlintasan Kereta
AS Siapkan Paspor Edisi Khusus, Tampilkan Wajah Donald Trump