Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 15 Jul 2016 17:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Eksotisme Morotai Siap Memukau Traveler Akhir Pekan Ini

Foto: Keindahan sunrise di Pulau Morotai (Abdul Chabir/d'Traveler)
Morotai - Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Morotai menyimpan pesona keindahan yang menanti untuk dieksplorasi traveler. Akhir pekan ini jadi waktu yang tepat untuk terpukau eksotisme Morotai.

Anda tergolong traveler yang suka destinasi alam yang masih asri, serta wisata bahari yang belum banyak disentuh? Atau destinasi bersejarah dan masih banyak artefaknya? Bagi traveler yang hobi berpetualang dan ingin jauh dari hiruk pikuk kebisingan dan kesibukan mobil dan motor, menyepilah bersama keindahan bahari di Morotai, Maluku Utara.

"Silakan terbang ke Morotai. Ujung timur Pasifik yang kaya akan cerita, yang akan menemukan sensasi pasir putih membelah laut biru. Dan belum banyak datang, sehingga cerita Anda lebih original dan tidak semua orang tahu," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan resminya, Jumat (15/7/2016).

Kabupaten Morotai memang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata menjadi sebuah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis pariwisata. Tak heran, karena pesona Morotai memang berkilau dan mampu menarik datangnya wisatawan, termasuk wisatawan asing.

"Mumpung masih original, masih menyatu dengan alam dan tradisi lokal. Itu juga atraksi tersendiri yang banyak penggemarnya," tambah Arief.

Dahulu Kabupaten Morotai adalah sebuah kerajaan kecil yang diberi nama Kerajaan Moro. Berlokasi di daratan Timur pantai Halmahera Utara, mulai dari Tanjung Bisoa di utara sampai di Tobelo. Karena letaknya di daratan Halmahera, ia disebut juga dengan Morotia (Moro Daratan).

Sebagian lagi wilayahnya terletak di pulau seberang laut yang dinamakan Morotai (Moro Lautan). Karena itu, Kerajaan Moro berwilayahkan Moro daratan (Morotia) dan Moro lautan (Morotai). Sehingga nama Morotai itu sendiri memiliki arti 'Moro Lautan'.

"Cerita Anda akan menjadi eksklusif, karena hanya Anda di lingkungan Anda yang sudah menginjakkan kaki dan merasakan kehangatan budaya Morotai," jelas mantan Dirut PT Telkom ini.

Pesona wisata bahari Morotai siap menyambut traveler di akhir pekan ini dengan puluhan atraksi serta obyek wisata. Inilah 10 titik rekomendasi yang wajib traveler kunjungi bila liburan ke Morotai.

1. Pulau Mitita

Destinasi pertama untuk dituju di Morotai adalah Pulau Mitita. Pulau ini merupakan pulau dengan panorama alam dan eksotisme pantai yang natural, serta keanekaragaman biota bawah laut yang dapat memanjakan mata traveler. Varian ikan hiu dan ikan pari manta dapat dijumpai di pulau ini pada waktu tertentu.

2. Pulau Dodola

(Moksa/detikTravel)


Destinasi kedua yang wajib dikunjungi di Morotai tentu saja Pulau Dodola. Waktu tempuh dari pusat kota menuju ke Pulau Dodola yaitu sekitar 30 menit dengan menggunakan alat transportasi speedboat atau perahu kayu. Lokasi pulau ini ada di Kecamatan Morotai Selatan.

Pulau Dodola merupakan salah satu alasan mengapa para wisatawan datang berkunjung ke Morotai. Pulau ini dikelilingi oleh hamparan pantai pasir putih yang halus, luasan pasir putih yang menghubungkan Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil.

Cottage-cottage yang ada dapat menjadi pilihan untuk dihuni. Panorama alam sekitar dan airnya yang jernih sangat cocok untuk bersantai, berenang, memancing, dan menyelam. Tersedia juga fasilitas jet ski dan lain sebagainya bagi Anda yang akan menyewanya untuk berkeliling Dodola atau mengunjungi pulau-pulau di sekitarnya.

Pulau Dodola berjarak hanya 5 mil dari Daruba, ibukota Kabupaten Morotai. Dari pelabuhan Daruba, perjalanan ke Dodola dapat dilakukan dengan menyewa speed boat dan kapal-kapal tradisional yang tersedia melalui sentuhan Dinas Pariwisata dengan PNPM Pariwisatanya.

3. Pulau Kokoya

Pulau Kokoya dikelilingi oleh hamparan pantai pasir putih dan terumbu karang yang sangat memanjakan mata. Olahraga snorkeling menjadi kegiatan utama bagi Anda yang akan datang di pulau ini. Sajian terumbu karang yang terbentang luas serasa tidak cukup untuk dinikmati dalam sehari. Pulau Dodola berjarak hanya 3 mil dari Daruba. Kita dapat menggunakan speed boat dan kapal tradisional untuk mencapai pulau ini.

4. Pulau Zum Zum-Pulau Mc Arthur

(Hilda Perianto/d'Traveler)


Pulau Zum Zum juga disebut Pulau Mc Arthur. Pulau ini menjadi tempat persembunyian dan peristirahatan Jenderal Douglas Mc Arthur dari AS. Selain itu, dijadikan juga tempat menyusun strategi perang bersama sekutunya pada Perang Dunia Kedua.

5. Tugu Trikora

Monumen Trikora di Morotai berada di desa Wawama, kecamatan Morotai Selatan yang berjarak kurang lebih 2 km dari kota Daruba. Monumen Trikora merupakan monumen untuk mengenang sejarah perjuangan tentara Indonesia dalam peristiwa pembebasan Irian Barat dalam operasi Trikora.

Di pulau Morotai terdapat peninggalan tentara sekutu paska Perang Dunia Kedua yang digunakan tentara Indonesia untuk membebaskan Irian barat. Dari Morotai, tentara Indonesia membangun kekuatannya untuk membebaskan Irian Barat.

6. Desa Gotalamo

Desa Gotalamo juga layak untuk dikunjungi traveler. Di sini banyak peninggalan pasukan sekutu saat Perang Dunia Kedua, khususnya tank/amfibi. Banyak sekali peninggalan Perang Dunia Kedua yang ada di dasar laut. Merupakan daya tarik tersendiri, unik, yang hanya dapat traveler lihat di Morotai.

7. Wisata Buatan KEK Morotai

Berdasar Undang-Undang Nomor 39/2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus, pada tahun 2014 Presiden telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 50/2014 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Morotai, dengan menetapkan PT Jababeka Morotai sebagai Pembangun dan Pengelola KEK Morotai seluas 1.101,76 ha.

Dalam bulan Juni 2017, KEK Morotai siap diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia. Saat ini sedang tahap penyelesaian fisik dan non fisik. Bangunan fisik yang telah diselesaikan di daerah strategis di luar kawasan adalah d'Aloha, beach and resort dengan 38 tempat tidur di atas lahan 5 hektar.

Lahan ini siap dikembangkan menjadi 200 hektar, terdiri dari hotel jaringan international, yang dilengkapi lapangan golf, lapangan tenis, kolam renang, sarana kebugaran, theme park dan tempat hiburan buatan yang lain. Pada awal April 2016, bapak Presiden Jokowi dan rombongan menginap di sini juga.

Cottage dengan restoran menawan, ruang rapat yang menarik, ruang terbuka dan laut, menjadi daya tarik tersendiri. Di atas lahan 1.101,76 ha, tahun 2016 akan dibangun homestay di atas lahan 10 ha, dan tahun 2017 ditargetkan selesai dibangun 1.000 homestay.

8. Museum PD II

Museum Perang Dunia II juga patut dikunjungi oleh traveler, waktu tempuhnya dari pusat kota sekitar 10 menit dengan transportasi kendaraan roda empat/dua. Lokasinya berada di desa Wawama.

Morotai memang mempunyai sisi sejarah yang sangat fenomenal dari Perang Dunia Kedua. Muhlis Eso dan kawan-kawan adalah orang-orang pengumpul barang-barang sisa peninggalan Perang Dunia Kedua. Atas sentuhan Pemerintah Daerah dibangunnya museum yang sekarang dikenal sebagai Museum Perang Dunia Kedua Morotai.

Rakyat Morotai dan wisatawan dapat melihat dan mempelajari peranan daerah Kabupaten Pulau Morotai pada masa Perang Dunia Kedua. Museum ini berjarak kurang lebih 2 km dari kota Daruba.

9. Pulau Kolorai

Pulau Kolorai merupakan pulau berpenghuni yang bersahabat. Pulau ini mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Karena dekatnya pulau ini dengan Pulau Dodola, sebisa mungkin traveler sempatkan waktu untuk mengunjungi Pulau Kolorai.

Ada beberapa spot diving dan snorkeling di sekitar pulau yang akan membuat traveler terkesan. Sajian kuliner khas pulau ini yang berbahan ikan mengundang Anda untuk mencicipinya.

10. Wreck Dive

(Wayan Pai/d'Traveler)


Waktu tempuh dari pusat kota sekitar 15 menit. Transportasinya dengan kendaraan roda empat/dua. Lokasinya masih berada di desa Wamama. Keindahan alam Morotai bersaing dengan sejarah yang dimiliki pulau ini.

Banyak peninggalan sisa-sisa Perang Dunia Kedua yang ada di pulau Morotai, diantaranya puing-puing pesawat tempur, bangkai kapal perang, rongsokan tank yang lokasinya menyebar di kedalaman laut Morotai, dan hanya akan Anda temukan di Pulau Morotai.

Traveler akan dibuat kagum ketika menyelam disela-sela bangkai kapal Perang Dunia Kedua yang karam di dasar laut pulau Morotai. Salah satu lokasi Wreck Diving di Morotai dinamakan Lapangan Pante, di daerah kampong Wamama.

Sepanjang perjalanan menuju daerah ini Anda akan melihat bekas landasan udara yang sudah ditumbuhi semak belukar dan pepohonan.

Di lokasi ini dengan dari kedalaman 15-40 meter, Anda bisa menikmati penyelaman di antara puing-puing tank, truck, jeep willys, dan pesawat tempur, dan beberapa baling-baling dijumpai. Sungguh sebuah panorama yang menarik dan penuh misteri.

Selamat berlibur ke Morotai, Salam #PesonaIndonesia! (wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA