Terletak sekitar 31 km arah Selatan dari Pangandaran atau tepatnya di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, terdapat objek wisata Green Canyon yang populer di kalangan masyarakat lokal hingga wisatawan mancanegara.
Pada hari Sabtu kemarin (23/7/2016), detikTravel pun sempat liburan ke Pangandaran dan berkunjung ke Green Canyon. Berhubung datang pada saat weekend, objek wisata itu pun sedikit ramai. Tampak dari sejumlah bus dan kendaraan umum yang tengah parkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Green Canyon atau Cukang Taneuh (Randy/detikTravel) |
"Aslinya Green Canyon itu namanya Cukang Taneuh oleh warga lokal, tapi ada turis asing yang bilang Green Canyon, jadi dipilihlah nama yang lebih populer," ujar Dede yang telah memandu tamu selama tujuh tahun.
Konon pada tahun 1993 silam, ada seorang Prancis bernama Bill John. Melihat warna tebing serta sungai yang berwarna kehijauan, ia pun lantas menyebut nama Green Canyon yang masih dipakai dan populer hingga kini.
Menaiki perahu ketinting untuk menuju mulut gua (Randy/detikTravel) |
"Ini teh aslinya warna hijau, tapi semalam kan hujan deras, makanya airnya jadi coklat. Kemarin mah masih hijau," jelas Dede.
Tapi tidak hanya mengubah warna air jadi coklat, hujan deras juga menambah debit air di sungai. Alhasil ketika tiba di mulut gua Green Canyon, saya dan traveler lain tidak bisa menjelajah ke bagian dalam akibat aliran air yang sangat deras.
Mulut Green Canyon yang megah (Randy/detikTravel) |
Walau begitu, sejumlah pengunjung pun tak melewatkan kesempatan untuk melompat dari bibir gua untuk melakukan bodyboarding. Bermodalkan jaket pelampung, mereka pun menikmati buaian sungai hingga ke dermaga. Tak sedikit pula turis asing yang tampak kegirangan.
Wisatawan yang bersiap lompat untuk bodyboarding (Randy/detikTravel) |
Objek wisata Green Canyon buka setiap hari dan beroperasi dari pukul 07.30-16.00 WIB. Jika ingin suasana terbaik, datanglah pada musim kemarau dan pada saat weekday. Dijamin puas! (rdy/fay)












































Green Canyon atau Cukang Taneuh (Randy/detikTravel)
Menaiki perahu ketinting untuk menuju mulut gua (Randy/detikTravel)
Mulut Green Canyon yang megah (Randy/detikTravel)
Wisatawan yang bersiap lompat untuk bodyboarding (Randy/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?