Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 23 Mar 2017 13:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Bunga Paling Ajaib dari Bengkulu

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Bunga Rafflesia arnoldii yang ajaib dari Bengkulu (Merza Gamal/dTraveler)
Bunga Rafflesia arnoldii yang ajaib dari Bengkulu (Merza Gamal/d'Traveler)
Bengkulu - Kawasan Indonesia Barat menyimpan keindahan bunga paling ajaib. Terletak di Provinsi Bengkulu, inilah Rafflesia arnoldii yang langka dan sukar dicari.

Rafflesia arnoldii, nama ini pasti cukup familiar di telinga traveler. Ini adalah bunga padma raksasa kebanggaan warga Bengkulu. Bahkan, julukan sebagai Bumi Rafflesia pun melekat pada provinsi yang bertetangga dengan Sumatera Barat ini.

Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Kamis (23/3/2017), Bunga Rafflesia arnoldii ini pertama kali ditemukan di hutan tropis Sumatera pada tahun 1818. Bunga Rafflesia ini ditemukan oleh seorang pemandu dari Indonesia yang bekerja untuk Dr Joseph Arnold, peneliti yang ikut dalam rombongan ekspedisi Thomas Stanford Raffles ke Bengkulu.

Nama gabungan antara Raffles dan Arnold pun disematkan kepada bunga tersebut untuk mengenang jasa kedua orang itu. Rafflesia sendiri merupakan jenis tumbuhan parasit dari genus Tetrastigma (famili Vitaceae).

(Merza Gamal/d'Traveler)(Merza Gamal/d'Traveler)


Tumbuhan Raflesia bisa dibilang sangat langka, karena tidak ada yang tahu kapan mereka akan berbunga. Tumbuhan ini merupakan endoparasit pada tanaman lain. Dia juga tidak memiliki batang, daun, ataupun akar yang sesungguhnya.

Satu-satunya bagian tumbuhan Rafflesia yang dapat dilihat di luar tumbuhan inangnya adalah bunga bermahkota lima. Diameter bunganya bisa lebih dari 100 cm, dan beratnya hingga 10 kg.

Mekarnya tumbuhan ini pun tidak bisa diprediksi. Proses dari bongkol kecil, hingga mekar bisa membutuhkan waktu selama 1,5 sampai 2 tahun. Tetapi sekali mekar, bunga ini bisa bertahan sampai 7 hari lamanya.

Bunga Rafflesia bermahkotakan 5 helai kelopak, dengan warna dominan merah. Saat mekar, Rafflesia akan mengeluarkan bau yang khas. Baunya seperti daging busuk.

(Merza Gamal/d'Traveler)(Merza Gamal/d'Traveler)


Bau busuk inilah yang membuat Rafflesia sering salah disebut sebagai Bunga Bangkai. Padahal sebenarnya, mereka adalah 2 jenis tanaman raksasa yang berbeda. Rafflesia mengeluarkan bau busuk untuk menarik serangga, agar mereka datang dan membantu penyerbukan bunga tersebut.

Seranggga berupa lalat hingga kumbang kotoran akan datang, kemudian membawa serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina. Tapi sedikit yang diketahui mengenai penyebaran bijinya. Namun ternyata, tupai dan mamalia hutan lainnya ternyata memakan buahnya dan menyebarkan biji-bijinya.

(Afif/detikTravel)(Afif/detikTravel) Foto: undefined


Provinsi Bengkulu sendiri punya 4 jenis bunga Rafflesia yang berbeda, dengan Rafflesia arnoldii sebagai jenis yang terbesar di dunia. Traveler bisa melihat bunga Rafflesia ini di pedalaman hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), pusat pelatihan gajah (PLG), Konservasi flora Rafflesia arnoldii di kawasan Kepahiang dan Padang Guci Kabupaten Kaur.

Tapi traveler ingat-ingat saja, ada waktu-waktu tertentu Rafflesia arnoldii akan tumbuh dan bermekaran dengan sempurna. Ada baiknya, kamu tanya dulu pihak taman nasional atau masyarakat yang menetap di Bengkulu terkait waktu mekarnya. (wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Mari Kita Jaga Badak Jawa

Jumat, 22 Sep 2017 18:50 WIB

Bertepatan dengan Hari Badak Sedunia, Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mengajak semua pihak peduli keberadaan badak Jawa. Yuk!