Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 13 Agu 2017 15:56 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Melihat Masjid Tua di Wilayah Perbatasan

Kurnia Yustiana
Redaksi Travel
Foto: (Kurnia/detikTravel)
Foto: (Kurnia/detikTravel)
Sanggau - Selain sejumlah masjid raya, ada pula masjid tua di Kabupaten Sanggau yang berbatasan dengan Malaysia. Seperti Masjid Al Huda.

Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat dihuni masyarakat yang majemuk. Ada suku Dayak dan Melayu di sana. Agama pun beragam, ada yang menganut Katolik, Protestan, Islam, Buddha hingga Kong Hu Chu. Semua hidup berdampingan dengan damai.

Minoritas Muslim di sana sebesar 20 persen, tapi cukup banyak masjid yang berdiri di kabupaten di ujung utara Indonesia ini. Termasuk di Kecamatan Sekayam, 30 menit dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, tak sulit mencari masjid.

detikTravel bersama tim Tapal Batas detikcom berkunjung ke Kecamatan Sekayam beberapa waktu lalu. Kami berkesempatan mampir ke berbagai objek wisata di sana, termasuk Masjid Besar At Taqwa yang modern dan megah.
Di sana kami bertemu dengan Mustaqim, Ketua Pengurus Masjid Besar At Taqwa. Setelah bercerita soal masjid tersebut, ia mengatakan kalau ada masjid yang usianya cukup tua dan disebut-sebut sebagai yang pertama di Sekayam.

Itulah Masjid Al Huda di Jalan Haji Abas, tak jauh dari Masjid At Taqwa. Kami pun beranjak menuju Masjid Al Huda dengan diantar Mustaqim.

Melihat Masjid Tua di Wilayah PerbatasanFoto: (Kurnia/detikTravel)

Masjid tersebut berdiri sekitar tahun 1930-an pada zaman kerajaan. Di sekitar masjid dulunya juga merupakan rumah-rumah yang dihuni panembahan. Mungkin masih banyak lagi kisah sejarah menarik dari masjid ini, tapi sayang saat itu kami belum sempat bertemu dengan pengurusnya.

Kami kemudian lanjut berkeliling halaman masjid sejenak bersama Mustaqim. Untuk tampilan masjid sendiri baik luar maupun dalamnya tampak klasik. Dinding luar bercat putih dengan jendela berwarna hijau dan atapnya biru silver. Sedangkan di dekat pagar ada tempat wudu yang tampak baru.

Melihat Masjid Tua di Wilayah PerbatasanFoto: (Kurnia/detikTravel)
Kami kemudian menaiki tangga untuk masuk ke ruang salat masjid. Pintunya sendiri masih asli dari kayu ulin. Begitu masuk, suasana masa lampau pun terasa.

Dinding hingga langit-langit semua berlapis kayu dan bernuansa coklat. Bagian tengahnya ada 4 tiang penyangga utama yang dicat putih, di area pinggir ada lagi sejumlah tiang penyangga lainnya dari kayu ulin.
Melihat Masjid Tua di Wilayah PerbatasanFoto: (Kurnia/detikTravel)
Ruangan ini begitu sejuk dengan angin dari deretan jendela yang terbuka. Ada pula kipas angin-kipas angin yang menambah sejuk ruangan. Untuk tempat salat wanita diberi batas tirai berwarna hijau

Pada bagian paling depan ruangan terdapat tempat salat imam dengan hiasan kaligrafi di dinding atasnya, beserta perlengkapan mic dan sebuah laci kecil. Sementara di dinding depan dipasang 5 jam dinding yang masing-masing menunjukkan waktu salat.
Melihat Masjid Tua di Wilayah PerbatasanFoto: (Kurnia/detikTravel)
Dari ruang salat kami beranjak ke luar, melihat sisi bawah masjid yang bentuknya sekilas seperti rumah panggung ini. Di bawah tangga ada pintu besi di mana ada sekat-sekat ruang lainnya.

Nah di bawah ini memang telah direnovasi, tapi masih ada tiang-tiang kayu ulin yang masih asli. Usai mengunjungi masjid ini, kami pun bersiap melanjutkan perjalanan ke objek wisata lain di kawasan Sekayam hingga Entikong. Simak terus ceritanya di Tapal Batas detikcom! https://tapalbatas.detik.com/
Melihat Masjid Tua di Wilayah PerbatasanFoto: (Kurnia/detikTravel)
(krn/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Mau Tahu Kode-kode Pilot?

Rabu, 18 Okt 2017 05:00 WIB

Dalam tiap penerbangan, pilot akan memberikan informasi di udara. Namun, ada saja bahasa yang sulit dimengerti. Ternyata, itu adalah kode dalam penerbangan.