Tidak akan ada Kampung Lukis Jelekong jika tidak ada Odin Rohidin. Ya karena mayoritas penduduk di desa ini menyambung hidup dengan keahlian melukis. Warna-warni lukisan yang terpajang di sejumlah galeri lukisan di desa itu menjadi daya tarik wisatawan.
"Sudah sejak tahun 1970 lalu Kang Odin mengenalkan lukisannya dan diikuti oleh warga Jelekong. Beliau wafat sekitar sepuluh tahun ke belakang," kata salah satu pelukis, Dadang Sukmana (55) di galerinya, Kampung Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: (Wisma Putra/detikTravel) |
Ketua Komunitas Gurat, Didi Suryadi (25), mengatakan kelompoknya hadir untuk mencetak pelukis muda dan meneruskan profesi Odin. Kehadiran sanggar Komunitas Gurat itu pun untuk melestarikan lukisan Jelekong.
Menurut pandangannya, Bah Odin merupakan sosok seniman yang menjadi panutan para pelukis di Jelekong. "Saya belajar dari murid Bah Odin, kalau teman saya dan senior saya pernah belajar kepada Bah Odin, tapi semuanya belajar kepada Bah Odin," ucap Didi.
Foto: (Wisma Putra/detikTravel) |
"Sosok Odin iyu mempunyai pribadi yang baik dan tegas. Dalam memberikan pelajaran melukis kepada muridnya tidak berbelit-belit. Kamu harus belajar, karena ini masa depan kalian untuk pemuda asli Jelekong. Kamu harus belajar ini pusaka," kata Didi meniru perkataan Odin kepada murid-muridnya.
Selain di Jelekong, sosok Bah Odin juga banyak mencari dan mengembangkan ilmu melukisnya di kota lain. Tapi tetap membawa bendera Desa Jelekong di mana ilmu melukisnya diturunkan ke saudara, tetangga, dan warga lainnya. (msl/wsw)












































Foto: (Wisma Putra/detikTravel)
Foto: (Wisma Putra/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah, Setuju?
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, MTI: Momentum Perbaiki Perlintasan Kereta
AS Siapkan Paspor Edisi Khusus, Tampilkan Wajah Donald Trump