Lokasinya berada di Rumah Oeng Boen Tjit, Lorong Saudagar Yucing, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Rumah ini diketahui sudah berusia 300 tahun dan masih berdiri kokoh di tepian Sungai Musi dengan ornamen Tiongkok, serta ukiran khas Kota Palembang dengan nilai sejarah tersendiri.
Dalam perjalanan menuju lokasi, pengunjung akan disuguhkan pemandangan indah, baik Jembatan Ampera, Kampung Warna Musi Bercorak dan Jembatan Musi IV yang berdiri megah. Hanya butuh waktu sekitar 3-5 menit saja, penyeberangan akan sampai di rumah pedagang terkenal tempo dulu yang kaya akan nilai budaya lokal dan menghadap tepat ke arah Sungai Musi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengunjung yang ramai datang ke sini (Raja Adil/detikTravel) |
"Kalau Jembatan Ampera, Pulau Kemaro dan BKB semua orang kan sudah tahu, tapi kita tidak pernah tahu bahwa di sini ada rumah tua yang bisa mengangkat nama kota Palembang. Rumah Oeng Boen Tjit ini memiliki nilai sejarah tersendiri, dengan kita desain lebih kekinian ternyata rumah ini juga bagus dan sangat cocok dijadikan sebagau destinasi baru," terang Nanda saat ditemui detikTravel, Minggu (26/11/2017) kemarin.
Ditambahkan Nanda, dalam mengusung rumah tua sebagai destinasi wisata baru, GenPI Sumsel juga melibatkan masyarakat sekitar. Masyarakat terlibat dalam penjualan kuliner khas dan jajanan era tahun 90an.
"Masyarakat sekitar kita libatkan untuk mengisi stand-stand kuliner. Ada juga workshop kerajinan nipah yang merupakan sumber penghasilan masyarakat pada masa lampau hingga saat ini," sambungnya.
Karena tingginya minat pengunjung untuk hadir ke Pasar Baba Boentjit, GenPI Sumsel rencananya akan menggelar beberapa event secara berkala. Baik festival kuliner, musik maupun pasar tradisional setiap dua minggu.
Aneka permainan 90an tersedia di Pasar Baba Boentjit (Raja Adil/detikTravel) |
"Konsepnya bagus, ada nilai sejarah juga saat kita berkunjung, kita juga bisa merasakan bagaimana kehidupan masyarakat jaman dahulu di tepian sungai Musi. Ada permainan tradisional dan kuliner, menurut saya akan semakin menarik untuk dikunjungi," kata Andika.
Cara ke Sana:
Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung dapat menyeberang dari dermaga Benteng Kuto Besak (BKB), menggunakan speedboat atau perahu kecil yang bisa disebut masyarakat sekitar sebagai ketek. Untuk sekali menyeberang, pengunjung akan dikenakan tarif Rp 5.000-10.000, tergantung jumlah pengunjung yang akan menyeberang.
Pasar Baba Boentjit (Raja Adil/detikTravel) |












































Pengunjung yang ramai datang ke sini (Raja Adil/detikTravel)
Aneka permainan 90an tersedia di Pasar Baba Boentjit (Raja Adil/detikTravel)
Pasar Baba Boentjit (Raja Adil/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura
Bule Rusia Bantah Hajar Warga Banyuwangi gegara Masalah Sound Horeg