Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 27 Nov 2017 07:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Pasar Baba Boentjit, Destinasi Wisata Baru di Kota Palembang

Raja Adil Siregar
Redaksi Travel
Foto: Pasar Baba Boentjit (Raja Adil Siregar/detikTravel)
Foto: Pasar Baba Boentjit (Raja Adil Siregar/detikTravel)
Palembang - Kota Pelembang kini miliki destinasi wisata baru di tepian sungai Musi, yakni Pasar Baba Boentjit. Pasar ini dikenalkan langsung oleh Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumatera Selatan.

Lokasinya berada di Rumah Oeng Boen Tjit, Lorong Saudagar Yucing, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Rumah ini diketahui sudah berusia 300 tahun dan masih berdiri kokoh di tepian Sungai Musi dengan ornamen Tiongkok, serta ukiran khas Kota Palembang dengan nilai sejarah tersendiri.

Dalam perjalanan menuju lokasi, pengunjung akan disuguhkan pemandangan indah, baik Jembatan Ampera, Kampung Warna Musi Bercorak dan Jembatan Musi IV yang berdiri megah. Hanya butuh waktu sekitar 3-5 menit saja, penyeberangan akan sampai di rumah pedagang terkenal tempo dulu yang kaya akan nilai budaya lokal dan menghadap tepat ke arah Sungai Musi.

Saat tiba, terlihat ratusan pengunjung terlihat sedang melakukan foto hunting dan bermain layaknya berada di perkampungan dengan konsep yang sangat instagramable. Ada pula kuliner khas Palembang berupa Pempek, Pindang Daging dan Es Kacang Merah yang dijual masyarakat sekitar.

Pengunjung yang ramai datang ke siniPengunjung yang ramai datang ke sini (Raja Adil/detikTravel)
Ketua Pelaksana Harian GenPI Sumsel, Achmad Nanda Nasrullah mengatakan, dipilihnya rumah ini sebagai destinasi wisata karena memiliki nilai sejarah dan lokasinya yang mudah untuk diakses. Dengan demikian, Pasar Baba Boentjit dipastikan menjadi tujuan wisata baru di kota Palembang.

"Kalau Jembatan Ampera, Pulau Kemaro dan BKB semua orang kan sudah tahu, tapi kita tidak pernah tahu bahwa di sini ada rumah tua yang bisa mengangkat nama kota Palembang. Rumah Oeng Boen Tjit ini memiliki nilai sejarah tersendiri, dengan kita desain lebih kekinian ternyata rumah ini juga bagus dan sangat cocok dijadikan sebagau destinasi baru," terang Nanda saat ditemui detikTravel, Minggu (26/11/2017) kemarin.

Ditambahkan Nanda, dalam mengusung rumah tua sebagai destinasi wisata baru, GenPI Sumsel juga melibatkan masyarakat sekitar. Masyarakat terlibat dalam penjualan kuliner khas dan jajanan era tahun 90an.

"Masyarakat sekitar kita libatkan untuk mengisi stand-stand kuliner. Ada juga workshop kerajinan nipah yang merupakan sumber penghasilan masyarakat pada masa lampau hingga saat ini," sambungnya.

Karena tingginya minat pengunjung untuk hadir ke Pasar Baba Boentjit, GenPI Sumsel rencananya akan menggelar beberapa event secara berkala. Baik festival kuliner, musik maupun pasar tradisional setiap dua minggu.

Aneka permainan 90an tersedia di Pasar Baba Boentjit (Raja Adil/detikTravel)Aneka permainan 90an tersedia di Pasar Baba Boentjit (Raja Adil/detikTravel)
Sementara itu, Andika yang merupakan salah satu pengunjung Pasar Baba Boentjit mengatakan, sebagai destinasi wisata baru lokasi ini memang sudah sangat layak. Dimana beberapa fasilitas didukung dengan konsep kekinian yang cocok untuk berfoto.

"Konsepnya bagus, ada nilai sejarah juga saat kita berkunjung, kita juga bisa merasakan bagaimana kehidupan masyarakat jaman dahulu di tepian sungai Musi. Ada permainan tradisional dan kuliner, menurut saya akan semakin menarik untuk dikunjungi," kata Andika.

Cara ke Sana:

Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung dapat menyeberang dari dermaga Benteng Kuto Besak (BKB), menggunakan speedboat atau perahu kecil yang bisa disebut masyarakat sekitar sebagai ketek. Untuk sekali menyeberang, pengunjung akan dikenakan tarif Rp 5.000-10.000, tergantung jumlah pengunjung yang akan menyeberang.

Pasar Baba Boentjit (Raja Adil/detikTravel)Pasar Baba Boentjit (Raja Adil/detikTravel)
(sna/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED