Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 14 Sep 2018 19:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Menemukan 'Ayah Khong Guan' yang Hilang di Semarang

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Display kaleng kotak merah Khong Guan yang legendaris (Randy/detikTravel)
Display kaleng kotak merah Khong Guan yang legendaris (Randy/detikTravel)
Semarang - Traveler yang besar di tahun 80-an familiar dengan potret keluarga tanpa ayah di kaleng kotak merah Khong Guan. Ternyata ayahnya ada di museum Semarang ini.

Di tahun 80-an, popularitas camilan biskuit kaleng merah Khong Guan seakan tak terpisahkan dari banyak meja makan dan ruang tamu.

Tak hanya soal rasa, potret keluarga tanpa ayah di meja makan yang melekat di kaleng merahnya juga begitu membekas di ingatan traveler.

Menemukan 'Ayah Khong Guan' yang Hilang di SemarangNissin Resto & Museum di Kabupaten Semarang (Randy/detikTravel)
Hanya saja, tak sedikit traveler yang dibuat penasaran akan sosok sang ayah yang tak hadir di potret tersebut. Lantas ke mana si ayah?

Saat berkunjung ke Kabupaten Semarang pada Rabu kemarin (12/9/2018), detikTravel pun berhasil menemukan sang ayah di Nissin Resto & Museum. Seperti diketahui, Nissin merupakan produsen dari produk biskuit Khong Guan yang legendaris sejak tahun 1977 silam.

Berlokasi di Jalan Raya Semarang-Salatiga KM 23 Ungaran, Nissin Resto & Museum jadi salah satu destinasi wisata yang bisa didatangi saat berkunjung di Semarang.

Lantai 1 Museum Nissin (Randy/detikTravel) Lantai 1 Museum Nissin (Randy/detikTravel)
Selain bisa wisata kuliner di cafenya, traveler juga bisa mengenal sejarah panjang PT Nissin. Termasuk di dalamnya kotak kaleng merah Khong Guan yang fenomenal.

Tersembunyi di belakang cafe Nissin, traveler bisa menemukan jalan setapak menuju Nissin Resto dan Museum. Lokasinya berada tepat di belakang Pabrik Nissin.

Masuk ke dalam, aneka prestasi yang diperoleh PT Nissin terpampang jelas lewat pigura dan suvenir yang tertata rapi di rak. Di sampingnya, alat jadul pembuat biskuit dan kue juga terpampang dengan rapi.

Display bahan biskuit dan produknya (Randy/detikTravel)Display bahan biskuit dan produknya (Randy/detikTravel)
Naik ke lantai dua, sisi kiri ruangan didominasi oleh display bahan-bahan pembuatan kue beserta produk. Di sisi lain, tertera juga tahapan proses pembuatan kue dari hulu ke hilir.

Tak hanya itu, dipajang juga aneka varian biskuit yang populer di kalangan konsumen. Bagi yang ingin tahu lebih tentang sejarah biskuit, terdapat juga infonya di museum ini.

Namun, yang paling mencuri perhatian adalah display besar kaleng kotak merah Khong Guan yang legendaris. Lengkap dengan latar meja dan bangku serta backdrop sesuai potret aslinya. Ya, spot ini memang dihadirkan untuk traveler yang mau berfoto.

Ada spot foto ala kaleng merah Khong Guan (Randy/detikTravel)Ada spot foto ala kaleng merah Khong Guan (Randy/detikTravel)
Hanya saja apabila kamu memperhatikan, kejutan sesungguhnya dapat ditemui di sisi kanan display. Apabila di sisi kiri atas terpampang potret keluarga yang legendaris, maka di sisi kanan dapat dijumpai potret lain keluarga Khong Guan dengan seorang pria dewasa yang dicurigai sebagai sang ayah yang hilang.

Mengenakan topi berwarna cokelat, dasi, kemeja putih yang dibalut suit berwarna krem, tampak pria tersebut tengah memandang anak perempuan degan sweater kuning dan anak laki-laki berbaju merah. Sang ibu yang berambut hitam pun tampak menunggu di pintu rumah.

Secara warna baju dan rambut, kedua anak dan sang ibu sangat mirip dengan keluarga di potret legendaris kaleng merah Khong Guan. Bisa diasumsikan, mereka adalah sosok yang sama.

Sosok pria misterius (kanan-red) yang dicurigai sebagai sang ayah (Randy/detikTravel)Sosok pria misterius (kanan-red) yang dicurigai sebagai sang ayah (Randy/detikTravel)
Walau tak ada informasi yang menjelaskan perihal sosok pria di potret tersebut, wajah girang kedua anak di potret tersebut cukup menggambarkan kerinduan akan sang ayah setelah menanti lama. Mungkin, pria ini adalah sosok ayah yang hilang dan membuat penasaran banyak orang.

Apabila penasaran, Nissin Resto & Museum ini buka setiap hari dari pukul 08.00-21.00 WIB. Kalau dari Semarang lokasinya persis di sisi kiri jalan. Tidak dikenakan biaya berkunjung alias gratis. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED