Aneka cara dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk meramaikan kawasan Monas yang menjadi destinasi wisata favorit ibukota. Tak cuma air mancur menari dan fasilitas berbagi, kini ada Bronto Skylift.
Dilihat detikTravel dari Instagram Jakarta Tourism, wahana wisata ini pun boleh terbilang sangat baru. Gubernur Jakarta Anies Baswedan baru saja mencobanya pada Sabtu pekan lalu (22/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengunjung yang mencoba naik Bronto Skylift (Randy/detikTravel) Foto: undefined |
Secara kegunaan, mobil Damkar jenis tangga atau disebut Snorkle/Turntable Tender ini memilili ukuran paling besar dan dilengkapi dengan tangga yang bisa naik turun. Fungsinya adalah untuk menjangkau tempat tinggi seperti bangunan bertingkat.
Oleh sebab itu, melihat mobil Damkar ini terparkir di area Monas dan jadi wahana wisata bisa jadi adalah hal unik dan tak dapat ditemui tiap saat.
Beruntung, detikTravel berkesempatan untuk melihat dan menjajal wahana ini langsung. Didampingi oleh petugas Damkar, saya diwajibkan terlebih dulu memakai alat pengaman yang dikaitkan dengan gondola.
"Berat maksimal 500 Kg," ujar Ach Rojanih, petugas Damkar yang mengoperasikan alat.
Wajib pakai alat pengaman (Randy/detikTravel) Foto: undefined |
Total, ada 4 orang di atas gondola. Saya, satu petugas yang mengoperasikan mesin dan dua pengunjung Monas lainnya. Dilihat dari ukuran badan kami yang sedang, seharusnya tak mencapai 400 Kg. Hanya untuk keamanan dibatasi 4 orang dewasa.
Perlahan, tangga pun mulai bergerak ke atas. Begitu pelan, tak terasa kami sudah mencapai ketinggian 30 Meter lebih. Daratan terlihat mulai menjauh, disusul oleh Monas yang tampak makin dekat.
Pelan-pelan, angin pun mulai terasa lebih kencang. Wajar saja, seperti ini sensasinya berada di ketinggian tanpa ada halangan gedung di tiap sisinya. Semriwing badan ini dibuatnya.
Rojanih yang mengoperasikan mesin (Randy/detikTravel) Foto: undefined |
Diceritakan oleh Rojanih, mobil Damkar tersebut memiliki ketinggian hingga 90 meter dari bawah. Hanya demi keamanan, mesin tidak dioperasikan setinggi itu.
"Dari bawah 90 meter. Paling kita operasikan sampai 84 sekian. Kecepatan angin sampai 10 sudah kita wanti untuk turun. Yang mengoperasikan ini juga gak sembarangan, harus bersertifikat," tutur Rojanih.
Setelah tangga berhenti di ketinggian yang ditetapkan, saya bersama dua pengunjung lain pun tak melewatkan momen untuk mengabadikan Monas dari ketinggian dan berfoto selfie. Kapan lagi bisa begini?
Selfie pengunjung dengan latar Monas dari ketinggian (Randy/detikTravel) Foto: undefined |
Kurang lebih 10 menit dari awal naik, tangga mulai diturunkan. Setibanya di daratan, saya mencopot alat pengaman dan bergegas turun meninggalkan gondola. Di belakang, tampak antrean pengunjung lain yang tak kalah penasan. Sungguh pengalaman yang luar biasa.
Lantas, bagaimana dengan operasional dari wahana Bronto Skylift?
"Rencananya sih Sabtu Minggu. Kemarin baru diresmikan sama pak Anies, tapi masih belum fix sampai kapan," ujar Rojanih.
Traveler pun bisa menikmati wahana Bronto Skylift tiap hari Sabtu dan Minggu dari pukul 10.00-12.00 WIB dan dilanjut pukul 15.00-17.00 WIB. Apakah traveler berani mencoba?
(rdy/fay)












































Pengunjung yang mencoba naik Bronto Skylift (Randy/detikTravel) Foto: undefined
Wajib pakai alat pengaman (Randy/detikTravel) Foto: undefined
Rojanih yang mengoperasikan mesin (Randy/detikTravel) Foto: undefined
Selfie pengunjung dengan latar Monas dari ketinggian (Randy/detikTravel) Foto: undefined
Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong