Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 18 Feb 2019 19:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Menilik Bekas Tambang yang Jadi Hutan Kota Menurut Jokowi

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Foto Taman Hutan Rakyat Enim tahun 2015 (PT Bukit Asam/Facebook)
Foto Taman Hutan Rakyat Enim tahun 2015 (PT Bukit Asam/Facebook)
Muara Enim - Dalam debat kedua hari Minggu kemarin, (17/2), Presiden Jokowi sempat membahas bekas tambang yang kini telah jadi hutan kota. Bisa untuk wisata tidak ya?

Ketika ditanya soal isu lingkungan dan bekas tambang, Presiden Jokowi menyatakan pembelaannya lewat bekas tambang PT Bukit Asam di Muara Enim, Sumatera Selatan. Diucapkan olehnya, kalau bekas tambang PT BA telah dihijaukan kembali jadi hutan kota.

"Tambang milik PT Bukit Asam sudah dihutankan kembali. Kalau pengawasan sudah ketat, itu bisa dilakukan," kata Jokowi dalam debat kedua Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Minggu 17 Februari 2019.

Diketahui, PT Bukit Asam atau yang dikenal dengan PT BA telah menjadi produsen batu bara sejak zaman pendudukan Belanda di tahun 1850 silam. Tambang di Muara Enim, Sumatera Selatan jadi salah satu yang dimiliki oleh PT BA.

Dilihat detikTravel dari situs resminya, Senin (18/2/2019), PT BA telah menjalankan Green Mining sejak tahun 2008 lalu. Hal itu dilakukan oleh PT BA sebagai salah satu komitmennya di bidang lingkungan.

"Green mining bukanlah hal yang baru bagi PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA. Meskipun Upaya green mining secara resmi dicanangkan pada tahun 2008, namun upaya dan kegiatan peduli lingkungan telah dilakukan sejak tahun 1991. Bahkan, sejak kegiatan penambangan di Tanjung Enim dimulai tahun 1919, PTBA sudah meminimalkan dampak lingkungannya," tulis situsnya.

Menilik Bekas Tambang yang Jadi Hutan Kota Menurut JokowiFoto: (PT Bukit Asam/Facebook)
Salah satu program Green Mining itu pun diterapkan oleh PT BA lewat Taman Hutan Rakyat (Tahura) Enim. Dijelaskan, hutan rakyat tersebut merupakan lahan bekas tambang PT BA yang telah direboisasi kembali.

"Program peduli lingkungan ini merupakan program yang memberikan pengaruh besar dalam kegiatan penambangan, dengan melakukan reklamasi terhadap lahan-lahan bekas penambangan. Dari total lahan bekas tambang seluas 5.394 hektar, 3.350 hektar di antaranya merupakan lahan bekas Tambang Air Laya dan 2.044 hektar adalah lahan bekas Tambang Banko Barat," sesuai data tertulis.

BACA JUGA: Sejarah dan Peluang Wisata di Sungai Citarum yang Dipuji Jokowi

Hutan ini berfungsi sebagai hutan untuk penelitian, perkemahan dan darmawisata. Bahkan di salah satu zona Penelitian produktif, PTBA telah bekerjasama dengan Universitas Bengkulu dalam menjalankan penelitian dan melakukan monitoring secara berkala setiap 3 bulan sekali.

"PTBA menyadari bahwa green mining merupakan bagian dari CSR dan akan memberikan manfaat bagi perusahaan di masa mendatang," ujar PT BA di situsnya.

Program tersebut bukan satu-satunya inovasi atau CSR yang dilakukan oleh PT BA. Sebelumnya di tahun 2017, PT BA juga melakukan transformasi bekas tambangnya di Sawahlunto untuk wisata dan edukasi. Yakni lewat acara Diskusi Nasional Pariwisata di Sawahlunto, Kamis (30/11/2017).

Diketahui, PT BA telah mengubah salah satu tambang dalamnya di Sawahlunto menjadi lubang pendidikan yang ditujukan untuk wisata edukasi di Sawahluwung, Desa Rantih, Kabupaten Sawahlunto. Diresmikan pada 26 Juli 2017 oleh Direktur Operasi dan Produksi PT BA, Suryo Eko Hadianto, saat itu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak detikTravel telah coba mengontak perwakilan dari PT BA. Namun, masih belum mendapat jawaban. (aff/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Potret Danau Terjernih di Dunia

Selasa, 25 Jun 2019 16:45 WIB

Danau di Selandia Baru ini tak hanya cantik, namun juga berair jernih. Dengan mata telanjang, pandangan kita bisa melihat sampai berpuluh meter ke dasar danau.