Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 06 Feb 2020 21:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengenal Arak Bali yang Baru Dilegalkan

Putu Intan Raka Cinti
detikTravel
pemabuk minum alkohol
Ilustrasi minuman beralkohol (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Salah satu minuman beralkohol, arak Bali, dilegalkan tengah pekan ini. Apa sebenarnya arak Bali itu?

Gubernur Bali I Wayan Koster menetapkan arak dan brem Bali legal untuk dikonsumsi. Itu disahkan melalui Peraturan Gubernur yang dilatarbelakangi karena minuman fermentasi khas Bali seperti arak, tuak, dan brem merupakan salah satu sumber daya keragaman budaya Bali.

Arak merupakan salah satu jenis minuman beralkohol yang diproduksi di kawasan Asia, namun nama Arak sendiri lebih sering digunakan di Indonesia dan Malaysia. Nama arak berasal dari kata Arab 'arak' yang berarti penyulingan. Di daerah Timur Tengah, arak merujuk pada minuman sulingan yang terbuat dari anggur dan adas. Di sisi lain, kata arak juga merujuk pada istilah umum untuk roh dalam berbagai kebudayaan.

Di Indonesia, Bali menjadi daerah yang terkenal akan araknya. Arak Bali biasanya terbuat dari dari nira kelapa atau beras merah yang difermentasi. Proses produksinya masih dilakukan secara tradisional oleh kelompok masyarakat di desa-desa.

Selain itu, dalam pembuatan arak juga terkandung makna filosofis yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat terhadap dewa Bagus Arak Api atau Ida Batara Arak Api yang beristana di Pura Dalem.

Penghasil arak yang paling terkenal di Bali berada di Kabupaten Karangasem. Salah satunya di Desa Merita dimana hampir semua rumah mengolah dan memproduksi arak secara home industry. Menurut studi dari Putu Ayu Indrayathi, dkk (2017) pembuatan arak di desa ini telah menjadi tradisi turun temurun dimana arak ini sering digunakan sebagai bagian dari kegiatan sembahyang dan upacara di Bali.

Sementara itu, desa lain di Karangasem yang juga terkenal sebagai pembuat arak adalah Desa Tri Eka Buana. Sama seperti di Desa Merita, pembuatan arak di sana masih sederhana dan arak ini juga disajikan dalam upacara.

Arak yang diproduksi ini biasanya mengandung 20-50 persen alkohol. Untuk harganya dibanderol mulai Rp 20-25 ribu per botol tergantung kandungan alkoholnya.

Dalam perkembangannya, arak tradisional ini dapat dicampur dengan berbagai bahan lainnya yang membuatnya makin kaya rasa. Arak-arak jenis ini banyak dijual di kawasan wisata seperti di daerah Canggu dan Seminyak.



Simak Video "Bar Ini Bebas Alkohol, Berminat Datang?"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA