Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 31 Jul 2020 21:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Danau Terbesar Kedua di Kalimantan Jadi Rumah Pesut Mahakam

Edelweiss Blogger
detikTravel
Pesut Mahakam.
Foto: Pesut Mahakam. (Dok Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Pela, Alimin)
Kutai Kartanegara -

[Gambas:Youtube]



Danau Semayang adalah danau terbesar kedua di Kalimantan Timur. Danau ini memiliki kekayaan hayati yang melimpah. Danau ini juga merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir bagi populasi pesut Mahakam atau lumba-lumba air tawar yang langka dan terancam punah.

Pesut Mahakam disebut punya ciri-ciri fisik berupa warna kulit keabu-abuan dan pucat, bentuk kepala membulat dan tidak terdapat moncong panjang, serta sirip punggung kecil berbentuk segitiga dan agak membulat di ujungnya. Makanannya adalah ikan-ikan kecil.

Namun sayang, kini kemunculan pesut Mahakam makin jarang. Hal ini disebabkan status keberadaan hewan ini semakin kritis. Sebab, terjadi penurunan kualitas habitat akibat aktivitas manusia.

Selain merupakan rumah buat pesut mahakam, di danau Semayang ini sering diadakan Festival Danau Semayang. Pusat festival adalah desa wisata Pela yang berada di pintu masuk Danau Semayang.

Saat saya berkunjung ke sana tahun 2019 lalu ada berbagai macam perlombaan seperti lomba mendanau, lomba dayung, kegiatan melihat pesut mahakam, mengeksplorasi pulau-pulau kecil di Danau Semayang, mengunjungi sentra pembuatan ikan asin khas desa pela, bermain ski air, berfoto di landmark desa pela dan camping ground Tanjung Tamannoh, serta menikmati momen matahari tenggelam di Danau Semayang.

Saya waktu itu mengikuti acara trip wisata komunitas yang diadakan oleh dinas pariwisata Provinsi Kalimantan Timur untuk memeriahkan festival Danau Semayang.


Untuk bertualang ke danau Semayang, kita bisa mulai dari Kota Samarinda. Ada jalur darat dengan kendaraan dan jalur sungai dengan kapal.

Cara paling mudah adalah menggunakan kendaraan roda dua atau empat dari Samarinda yang memerlukan waktu 3-4 jam perjalanan menuju Kota Bangun. Sekarang sudah dilengkapi dengan papan penunjuk arah untuk memudahkan wisatawan yang ingin berkunjung ke Desa Wisata Pela.

Setelah sampai di Kota Bangun, ikuti papan penunjuk arah menuju desa Liang tempat ferry penyeberangan menuju desa Sangkuliman dan Desa Pela. Jika ingin membawa kendaraan roda 2, maka harus menyeberang dengan kapal kelotok ke Desa Sangkuliman terlebih dahulu baru ke Desa Pela. Biaya penyeberangan Kendaraan roda 2 dengan kapal hanya Rp 5.000, untuk penumpang gratis naik kapal.

Jika tidak ingin membawa kendaraan roda 2, bisa menyewa langsung kapal dari Pokdarwis Desa Pela untuk menjemput di Desa Liang dengan Biaya Rp 150.000 dengan kapal yang berkapasitas 10 penumpang. Kendaraan roda 2 akan dititipkan di rumah warga Desa Liang.

Rute pertama kami menuju wisata sejarah gedung magazijn peninggalan penjajah Jepang di Loa Kulu, kemudian ke desa adat Lekaq Kidau untuk menikmati pertunjukan pentas tari Suku Dayak Kenyah kemudian kami menuju desa wisata Pela untuk mengikuti rangkaian acara Festival Danau Semayang 2019. Sungguh acara wisata yang sangat seru sekali. Semoga bisa diadakan lagi ya festivalnya setelah pandemi ini.

----

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel dan sudah tayang di d'Travelers Stories



Simak Video "Momen Langka! Ikan Pesut Kembali Muncul di Sungai Mahakam"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA