Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 04 Sep 2020 08:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tak Lengkap ke Batur Bali Bila Belum Kulineran Ikan Bumbu Nyat-nyat

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Warung Tarumas
Ikan mujair bumbu nyat-nyat di Batur, Bali (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Denpasar -

Bali juga menjadi destinasi wisata kuliner. Tak hanya ayam betutu atau sambal matah, traveler harus mencoba ikan bumbu nyat-nyat.

Ikan goreng atau bakar berbumbu nyat-nyat itu relatif mudah ditemui di dataran tinggi Batur. Ikan yang biasa dibumbui ini dibudidayakan di danau Batur.

Salah satu restoran tradisional yang kami datangi bernama Warung Tarumas. Lokasinya ada di Jalan Raya Kintamani, Batur Selatan, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Menurut keterangan dari pemilik Warung Tarumas, tempat ini sudah berdiri sejak tahun 1999. Lokasinya ada di desa Batur dan sangat dekat dengan Pura Batur, Penelokan dan lain-lain.

"Kami menyediakan ikan mujair khas danau Batur. Menu kami ada ikan bakar special Tarumas, mujair nyat-nyat, ikan goreng sambal matah, ikan goreng sambal tomat dan lain-lain," kata pemilik warung.

Warung TarumasMenu di Warung Tarumas (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

"Seporsi itu kami jual Rp 38 ribu, termasuk nasi, ikan mujair, sup dan air mineral botol sedang seharga Rp 5 ribu," dia menambahkan.

Bagaimana rasa ikan mujair goreng atau bakar berbumbu nyat-nyat? Penulis lebih menyukai ikan yang digoreng karena lebih krispi dan bumbu nyat-nyatnya terbilang kaya rempah-rempah dan agak pedas.

Warung TarumasSuasana di dalam Warung Tarumas (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Kami memesan beberapa variasi ikan mujair bakar dan goreng, lainnya yakni berbumbu sambal matah. Hawa pegunungan yang terbilang sejuk menambah selera makan kami, apalagi memakannya di saat nasi masih panas.

Warung Tarumas memang dekat dengan kafe-kafe kekinian yang saat ini sedang menjamur di kaldera gunung Batur, Kintamani. Jadi, Anda bisa makan ke restoran ini setelah atau sebelum nongkrong di kafenya.

Untuk diketahui, di masa pandemi COVID-19 ini, semua destinasi wisata di Bali yang di dalamnya meliputi kafe, restoran yang didatangi tim detikcom telah menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Jadi, jangan ragu untuk mengunjunginya ya!

(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA