Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 06 Sep 2020 11:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ada Gua Bhuto di Bondowoso, Sudah dari Abad ke-14

Chuk Shatu Widarsha
detikTravel
Gua di Bondowoso
Gua Bhuto di Bondowoso (Chuk Shatu W/detikTravel)
Bondowoso -

Bondowoso punya kawasan yang diusulkan jadi UNESCO Global Geopark (UGG). Di dalamnya ada Gua Bhuto yang sudah ada sejak abad ke-14.

Bagi masyarakat setempat, situs Goa Bhuto jamak disebut sebagai 'gua butah' (dalam bahasa Madura butah artinya raksasa). Terletak di Desa Jirek Mas, Cermee atau sekitar 3 jam perjalanan dari kota Bondowoso.

Belum diketahui secara pasti, tahun berapa situs Gua Bhuto tersebut dibuat. Namun, diperkirakan antara abad 13 dan 14 atau pada masa akhir atau pasca zaman kerajaan Majapahit.

Sepintas situs ini hanya berupa cerukan tebing batu. Namun, di dindingnya terdapat relief berbentuk raksasa. Selain relief induk berupa raksasa, pada kanan kirinya juga terdapat relief dengan struktur dan bentuk lain.

Di bagian bawah situs ini juga terdapat sumber mata air. Konon menurut masyarakat setempat, meski hanya berupa tetesan kecil air ini mengalir sepanjang tahun. Kendati musim kering dan kemarau panjang.

Gua di BondowosoGua ini disebut sudah ada sejak abad ke-14 (Chuk Shatu W/detikTravel)

Menurut salah seorang arkeolog di Bondowoso, Heri Kusdaryanto, berdasarkan referensi serta hasil penelitian, goa itu merupakan peninggalan agama Buddha. Tempat itu merupakan tempat pertapaan para bhikku.

"Antara abad ke-13 dan 14 atau sekitar zaman majapahit," kata Kasi Sejarah dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, Heri Kusdaryanto, ketika berbincang dengan detikTravel, Minggu (6/9/2020).

Gua di BondowosoTerdapat juga sejumlah relief lainnya (Chuk Shatu W/detikTravel)

Menurut Heri, tempat itu diperkirakan memang tempat pertapaan para bhikku zaman itu. Karena lokasinya memang berada di tempat yang relatif jauh dari peradaban. Pun lokasinya berada di area pegunungan dan dataran tinggi.

"Yang jelas berdasarkan struktur di relief, situs tersebut merupakan peninggalan agama Buddha" pungkas arkeolog jebolan Universitas Udayana Bali ini.

Dari strukturnya, situs Goa Bhuto terdiri dari 4 relief. Yakni relief kala (butho), relief kuncup bunga teratai, relief Buddha bermeditasi, kepala manusia bertanduk dikelilingi api, serta relief orang sedang meditasi.

Sayangnya, beberapa relief di situs sudah mulai banyak yang tidak utuh dan rusak. Bahkan ada yang hilang. Diduga, hal itu karena ulah tangan-tangan jahil.

Pengamatan di detikTravel di lapangan, situs Gua Bhuto terletak di tebing batu bercadas dengan kemiringan sekitar 60 - 70 derajat di ketinggian 200 meter dari dasar lembah. Untuk menuju lokasi ini jalannya bervariasi. Mulai jalan aspal, makadam, hingga jalan setapak berukuran 1 meter.



Simak Video "Sengketa Tanah di Bondowoso Berujung Sumpah Pocong"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA