Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 03 Okt 2020 21:01 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tahu Nggak? Suku Sentani Juga Punya Mitos Putri Duyung

Bonauli
detikTravel
Putri duyung suku Sentani
Ukiran putri duyung di rumah adat Sentani (Hari Suroto/Istimewa)
Jayapura -

Cerita putri duyung rupanya bukan cuma ada di Eropa. Sebuah kampung di Jayapura juga menganggap putri duyung sebagai simbol leluhur. Kampung ini bernama Dondai di Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Badan Arkeologi Papua menemukan ukiran motif putri duyung pada tiang rumah obhee atau rumah ada Suku Sentani.

"Motif putri duyung ini diukirkan pada tiang rumah adat dengan warna hitam dan putih," ujar Hari Suroto, Peneliti dari Balai Arkeologi Papua.

Putri duyung di tiang rumah digambarkan sebagai perempuan cantik dengan rambut yang tergerai indah dan mempesona. Sementara dari pinggang ke bawah berupa ekor ikan.

Wujud putri duyung merujuk pada dugong yang hidup di lautan. Mamalia laut ini memang dikenal sering muncul di Perairan Pasifik Selatan dan membantu masyarakat Sentani.

Putri duyung suku SentaniPutri duyung suku Sentani Foto: (Hari Suroto/Istimewa)

"Putri duyung identik dengan budaya masyarakat pantai. Keberadaan motif putri duyung di Danau Sentani, membuktikan bahwa kehidupan masyarakat Danau Sentani tidak bisa dilepaskan dari laut," jelasnya.

Daud Wally, seorang tokoh masyarakat Kampung Dondai mengatakan bahwa ukiran putri duyung ada hubungannya dengan masa lalu leluhur Sentani. Dikatakan bahwa ukiran tersebut menjadi pengingat akan leluhur masyarakat yang berasal dari wilayah matahari terbit atau dari Pasifik.

"Saat ini putri duyung telah menjadi lambang marga di Danau Sentani bagian barat," ungkap Daud.

Putri duyung suku SentaniPutri duyung suku Sentani Foto: (Hari Suroto/Istimewa)

Selain motif putri duyung, penelitian di obhee Kampung Dondai juga menemukan ukiran ikan hiu gergaji di tiang rumah. Sebelum kehadiran manusia, Danau Sentani adalah laut yang menjadi habitat fauna laut termasuk ikan hiu gergaji.

"Proses geologi mengubah Laut Sentani menjadi sebuah danau air tawar, ikan hiu gergaji kemudian beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Ikan hiu gergaji terakhir ditangkap di Danau Sentani pada tahun 1970-an," cerita Hari.

Ikan hiu gergaji menjadi sumber inspirasi seni oleh manusia prasejarah hingga seni Sentani masa kini. Motif ikan hiu gergaji digoreskan pada bongkahan batu Situs Megalitik Tutari.

"Motif ikan hiu digoreskan pada tiang rumah obhee, serta motif ikan hiu gergaji juga digambarkan dalam lukisan kulit kayu Asei," lanjutnya.

Keberadaan motif putri duyung di Danau Sentani, membuktikan bahwa kehidupan masyarakat Danau Sentani tidak bisa dilepaskan dari laut. Hal ini dibuktikan dengan temuan arkeologi berupa cangkang moluska laut Verenidae dan Arcidae di situs prasejarah Yomokho, Kampung Dondai. "Cangkang moluska laut membuktikan bahwa manusia prasejarah yang menghuni Situs Yomokho telah melakukan kontak dengan masyarakat pesisir atau dalam beraktivitas mereka hingga pesisir," pungkasnya.

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA