Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 26 Nov 2020 15:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Heboh Lobster, Ada Udang Selingkuh Berharga Mahal di Papua

Udang khas Papua.
Udang selingkuh khas Lembah Baliem, Papua (Sastri/detikTravel)
Wamena -

Umumnya ternak udang atau lobster banyak ditemui di laut, tapi lain halnya di Lembah Baliem, Papua. Di sana ada udang selingkuh yang dihargai mahal.

Sungai-sungai di pegunungan Papua terletak di ketinggian 1.650 - 1.750 meter di atas permukaan laut. Di sungai-sungai ini banyak dijumpai lobster air tawar endemik yang khas, bahkan sangat populer dan banyak dicari traveler yang berkunjung ke Lembah Baliem.

Para pelancong lebih suka memberi nama lobster ini udang selingkuh. Bentuk lobster ini sangat unik, terlihat sepintas badannya seperti udang bercapit besar seukuran capit kepiting.

Secara ilmiah, lobster ini termasuk dalam genus Cherax. Terdapat 13 spesies Cherax di pegunungan Papua.

Spesies Cherax monticola hidup di Sungai Baliem. Spesies Cheraxlorenzi juga bisa dijumpai di bagian barat pegunungan Papua hingga Sungai Lorentz.

"Lobster air tawar endemik pegunungan Papua ini mahal sekali. Lobster ini dihargai Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per porsi di rumah makan seputaran Wamena," ungkap Hari Suroto, Peneliti dari Balai Arkeologi Papua kepada detikTravel, Kamis (26/11/2020).

Udang khas Papua.Hidangan berbahan udang selingkuh (istimewa)

Ditambahkan Hari, harga satu plastik udang selingkuh mentah di Pasar Nayak, Wamena, Kabupaten Jayawijaya disebut lebih mahal lagi. Dalam satu plastik beratnya kurang dari satu kilogram, harganya mencapai Rp 500.000 bila sedang musim dan bila tidak musim maka harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Cara mendapatkannya

Bagaimana caranya Suku Dani di Lembah Baliem mendapatkan udang selingkuh ini? Dalam menangkap udang selingkuh di sungai, biasanya dilakukan oleh perorangan atau kelompok.

Secara tradisional, alat yang digunakan untuk menangkap lobster air tawar di Sungai Baliem yaitu sejenis serok terbuat dari rajutan kulit pohon melinjo.

Udang khas Papua.Udang selingkuh Anisa Mardiani/d'Traveler)

Suku Dani dalam mencari udang selingkuh dilakukan pada siang hari. Cuaca Lembah Baliem itu sangat dingin menusuk tulang.

Saat ini Suku Dani sudah mengenal peralatan modern untuk menangkap udang selingkuh, yaitu dengan menggunakan jaring yang dibeli di toko.

Dengan peralatan modern itu, tangkapan bisa lebih banyak. Namun, jumlah udang selingkuh di Sungai Baliem semakin berkurang. Untuk itu perlu dijaga kelestarian lobster air tawar ini dengan penangkapan selektif.



Simak Video "Udang Selingkuh Hanya Ada di Sungai Baliem Wamena"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA