Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 25 Des 2020 18:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Menyambangi Wajah Terdepan Indonesia yang Cantik di PLBN Nanga Badau

Beginilah potret megahnya PLBN Nanga Badau, Kalimantan Barat yang pada 2017 lalu diresmikan Presiden Jokowi sebagai wajah terdepan di batas Indonesia-Malaysia.
Foto: Megahnya PLBN Nanga Badau (Rachman Haryanto/detikcom)
Badau -

Presiden Jokowi benar-benar mengubah wajah perbatasan Indonesia. Salah satunya adalah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau, yang kini cantik jelita.

Sudah selayaknya wilayah perbatasan mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah Republik Indonesia. Daerah perbatasan bisa dibilang adalah wajah terdepan dari Indonesia. Maka di periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi, misi tersebut sudah ditunaikan dengan tuntas.

Hasilnya bisa kita lihat sekarang, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau yang berada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kini terlihat sangat megah. Tak kalah dengan pos perbatasan di sisi Malaysia sebagai negara tetangga kita.

detikTravel bersama program Tapal Batas detikcom bersama BRI pun menyambangi PLBN Nanga Badau untuk melihat langsung seperti apa penampakan dari wajah terdepan Indonesia. Cita-cita Presiden Jokowi untuk mengubah wajah terdepan Indonesia telah menjadi kenyataan.

Perjalanan lewat jalur darat kami tempuh dari Putussibau, ibu kota kabupaten Kapuas Hulu, selama kurang lebih 2 jam. Jalanan mulus nyaris tanpa hambatan kami lewati dari sepanjang Putussibau hingga ke Badau.

Beginilah potret megahnya PLBN Nanga Badau, Kalimantan Barat yang pada 2017 lalu diresmikan Presiden Jokowi sebagai wajah terdepan di batas Indonesia-Malaysia.Jalanan mulus di PLBN Nanga Badau Foto: Rachman Haryanto

Kondisi 180 derajat terjadi beberapa tahun silam, sebelum dibangunnya PLBN Nanga Badau. Dulu perjalanan darat dari Putussibau menuju ke Badau bisa mencapai 2 hari 2 malam. Kondisi jalan yang rusak parah menyebabkan hal tersebut bisa terjadi.

"Dulu bisa 2 hari 2 malam di jalan. Tak bisa dipungkiri, adanya pembangunan jalan ini sangat membantu sekali masyarakat di perbatasan," kata Zaldi Shalahudin, salah seorang warga yang punya kios sayur di Pasar Badau.

Namun sekali lagi, itu dulu. Sekarang, waktu tempuh itu sudah dipangkas berkali-kali lipat dari semula, semua berkat jalanan mulus yang dibangun pemerintah.

Beginilah potret megahnya PLBN Nanga Badau, Kalimantan Barat yang pada 2017 lalu diresmikan Presiden Jokowi sebagai wajah terdepan di batas Indonesia-Malaysia.Beginilah potret megahnya PLBN Nanga Badau Foto: Rachman Haryanto

Sejak diresmikan Presiden Jokowi tahun 2017 silam, PLBN Nanga Badau telah dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas penunjang untuk masyarakat. Selain jalanan yang mulus, dibangun pula rumah dinas untuk para pekerja PLBN dan juga Pasar Wisata Badau.

Khusus untuk Pasar Wisata Badau, bangunan yang belum sempat diresmikan karena sudah keburu pandemi COVID-19 ini, nantinya akan menjual aneka produk UMKM lokal sehingga bisa memajukan perekonomian warga setempat.

"Kalau untuk pasar wisata, kita untuk sementara ini yang ada sekarang itu foodcourt ada 8, kios ada 16. UMKM sini, lokal. Mayoritas lokal. Kita memang program BNPP itu," ungkap Agato Litmat, Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau.

Beginilah potret megahnya PLBN Nanga Badau, Kalimantan Barat yang pada 2017 lalu diresmikan Presiden Jokowi sebagai wajah terdepan di batas Indonesia-Malaysia.Beginilah potret megahnya PLBN Nanga Badau Foto: Rachman Haryanto

"Karena memang Pak Presiden mengharapkan, masyarakat perbatasan dengan dibangunnya PLBN ini, mereka perekonomiannya akan tumbuh dan menjadi sejahtera. Dan itu terbukti kan, dengan adanya pembangunan, lancarnya jalan, geliat perekonomian perbatasan itu sudah mulai naik," imbuh Agato.

Pasar Wisata Badau itu pun jadi titik yang kerap disambangi oleh wisatawan di perbatasan, terutama di akhir pekan. Namun sayang karena kendala pandemi COVID-19 ini, pasar wisata tersebut masih sepi.

Sejak pandemi COVID-19 pula, perbatasan antara Indonesia dan Malaysia ditutup total. Nyaris tidak ada aktivitas lalu lintas orang maupun barang yang lewat di perbatasan, kecuali mereka yang hendak pulang dari Malaysia menuju ke Indonesia.

Meski begitu, melihat wajah perbatasan Indonesia di PLBN Nanga Badau tetaplah membuat rasa bangga di dalam dada ini membuncah. Akhirnya, setelah sekian lama, kita patut berbangga bahwa wajah terdepan negara ini jadi cantik jelita dan tidak kalah dengan negara tetangga Malaysia.

Kehadiran PLBN Badau juga memicu kemajuan berbagai sektor di perbatasan RI-Malaysia, termasuk ekonomi dan pariwisata. Kemajuan ekonomi ini turut didorong oleh Bank BRI sebagai bank pemerintah yang paling sehat. Hal tersebut diakui sendiri oleh Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir.

"Bank BRI ini di Kapuas Hulu sudah cukup lama. Nah kita tahu Bank BRI adalah bank pemerintah yang memang sehat. Bank BRI sangat membantu pemerintah daerah, lebih-lebih dalam hal dunia usaha, baik itu menerima tabungan atau memberikan kredit mikro. Ini menandakan pertumbuhan ekonomi di Kapuas Hulu sangat bagus," ujar Nasir.

Di ulang tahun ke-125 yang jatuh pada tahun ini, BRI hadir di perbatasan dengan tema BRILian memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, termasuk bagi masyarakat di sekitar PLBN Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. BRI juga menghadirkan KUR hingga menyalurkan BPUM untuk membantu UMKM sekitar.

---

Program Tapal Batas mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!



Simak Video "Seluk-beluk Nanga Badau, Wajah Elok Terdepan Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA