Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 27 Des 2020 16:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Trekking di Hutan Papua: Lihat Tanaman sampai Bertemu Cenderawasih

Hari Suroto
detikTravel
Menyusuri hutan di Papua
Hutan Papua. (Foto: Afif Farhan/detikTravel)
Jayapura -

Trekking ke dalam hutan Papua sungguh menyenangkan. Kita dapat menemukan berbagai jenis tanaman dan hewan, termasuk burung cenderawasih.

Trekking di Papua dengan masuk ke dalam hutan untuk menyaksikan langsung burung cenderawasih (bird watching) merupakan pengalaman tersendiri bagi traveler.

Untuk menuju spot bird watching butuh persiapan sebaik mungkin, terutama bekal selama perjalanan.

Biasanya burung cenderawasih akan menari dan berkicau di pohon kesayangannya pada pagi hari. Sehingga kadang rombongan traveler perlu menginap di hutan untuk menunggu momen tersebut.

The most famous Cenderawasih bird is a member of the Paradisaea genus, including its type species, the large yellow-Cenderawasih, Paradisaea apoda. This type is described from specimens brought to Europe from trade expeditions. This specimen was prepared by native traders by removing their wings and legs so that they could be used as decorations. This is unknown to explorers and has led to the belief that this bird never landed but remained in the air because of its feathers. This is the origin of the name bird of paradise ('bird of paradise' by the British) and the name of the type of apoda - which means 'legless'.Burung Cenderawasih. Foto: Getty Images/iStockphoto/Yamtono_Sardi

Untuk wisatawan asing, biasanya akan didampingi jungle chief atau koki dengan spesialis memasak di hutan. Ini karena terkadang dalam perjalanan, stok bahan makanan yang dibawa menipis.

Ketika melakukan trekking, baik traveler maupun jungle chief harus dapat bertahan (survive) dengan memanfaatkan potensi yang ada dan ditemui di hutan, terutama tumbuh-tumbuhan yang bisa dikonsumsi.

Beberapa jenis tumbuhan yang mudah ditemui di hutan Papua yaitu sayur melinjo. Kalau di Papua, sayur melinjo ini lebih dikenal dengan nama sayur genemo. Pohon genemo tumbuh di pinggir hutan hingga dalam hutan dengan vegetasi lebat.

Orang Papua lebih banyak memanfaatkan daun muda genemo untuk sayur. Sementara buahnya dibakar lalu dimakan seperti kacang.

Jenis tanaman lainnya yang dapat ditemukan di sana yaitu sayur lilin. Sayur ini berupa bunga sejenis tanaman tebu. Jika dilihat, sayur lilin sepintas seperti kumpulan telur ikan.

Tanaman lain yang dapat dijumpai ketika trekking adalah keladi. Keladi ini dapat dimanfaatkan bagian umbi, batang, dan daunnya.

Cerita Chef Toto Sajikan Makanan dari Hutan Papua untuk Mick JaggerBerbagai bahan makanan dari hutan Papua. (Foto: instagram @charlestoto.5205)

Tanaman ini mudah ditemui di tepi sungai atau area yang mendapat banyak intensitas sinar matahari.

Selain itu, sayur pakis dan rebung juga tumbuh liar di hutan. Pohon pisang dengan jantung pisangnya, pepaya, gedi hutan, daun singkong liar, daun ubi jalar liar, dan labu liar mudah ditemui di pinggir hutan, bekas kebun atau lahan semi hutan.

Sementara itu, jenis tumbuhan yang dapat ditemui di hutan sagu yaitu jamur sagu.

Buah-buahan yang dapat ditemui di hutan Papua yaitu matoa, kedondong, langsat, durian, nangka, mangga, jambu air, jambu biji, salak, pinang hutan, rotan, rambutan, pisang, tebu, sukun, enau, kacang hutan, buah merah dan kelapa hutan. Jenis-jenis tumbuhan ini berbuah tergantung musim.

Untuk memenuhi kebutuhan protein di hutan, traveler dapat memperolehnya dari serangga jenis tonggeret, belalang, kepompong ulat kedondong atau kepompong ulat daun pisang serta ulat sagu.

Berbagai jenis ikan sungai seperti kepiting, siput dan udang sungai juga dapat disantap.

Semua bahan makanan di hutan Papua tentu saja organik dan segar. Untuk mengolahnya tidak perlu ribet, buah-buahan dapat dikonsumsi langsung, sedangkan lainnya direbus atau dibakar, tergantung selera, cukup dengan bumbu garam. Untuk traveler asing, sayur dapat dikreasikan menjadi salad.



Simak Video "Perusahaan Korsel Buka Suara Soal Pembakaran Lahan Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA