Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 21 Jan 2021 14:13 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Monyet di Pura Uluwatu Pilih-pilih Barang Mahal buat Dirampas

Femi Diah
detikTravel
Monyet di Pura Uluwatu, Bali
Monyet di Pura Uluwatu, Bali (Getty Images/iStockphoto/Terraxplorer)
Denpasar -

Monyet-monyet nakal di tempat wisata, salah satunya di Pura Uluwatu di Bali, rupanya terkait dengan kecerdasan. Salah satu indikatornya, kenakalan monyet itu ditunjukkan dengan kemampuan membedakan barang mahal dan tidak.

Dikutip dari CNN, Kamis (21/1/2021), peneliti dari Natural Sciences and Engineering Research Council of Canada (NSERC) dan Alberta Gambling Research Institute (AGRI) menemukan bahwa monyet ekor panjang di Pura Uluwatu, Bali itu memiliki kemampuan menilai barang yang paling mahal yang dibawa wisatawan. Hasil penelitian itu dirilis lewat Royal Society.

Dr Jean-Baptiste Leca, profesor di bidang psikologi dari departemen di Universitas Lethbridge di Kanada yang meneliti kebiasaan monyet itu, menyebut monyet-monyet tersebut lebih menyukai mengambil barang elektronik, ponsel, dompet, dan kaca mata ketimbang jepit rambut atau tas kamera kosong.

Monyet-monyet itu menyadari betul barang-barang mahal tersebut bisa menjadi alat tukar dengan makanan. Dari penelitian selama 273 hari, tim peneliti berkesimpulan jika mendapatkan barang makin mahal, monyet bakal percaya diri meminta tebusan makanan yang lebih banyak.

"Monyet-monyet itu telah menjadi ahli dalam merebut barang-barang dari wisatawan yang tidak mendengarkan rekomendasi staf pura agar mereka menyimpan semua barang berharga di dalam tas yang tertutup atau mengikat di leher dan punggung mereka," kata Leca.

Biasanya, staf pengelola pura akan turun tangan membantu negosiasi itu. Tapi, sesi penebusan bisa membutuhkan waktu panjang. Dari pengalaman yang sudah-sudah, sesi itu bisa mencapai 25 menit, termasuk 17 menit negosiasi antara turis, staf pengelola, dan monyet.

Monyet-monyet di Pura Uluwatu itu merupakan monyet liar. Dari hasil pengamatan, monyet-monyet itu mempelajari kebiasaan turis sejak mereka remaja hingga berusia 4 tahun.

"Perilaku ini dipelajari secara sosial dan telah dipelihara lintas generasi monyet setidaknya selama 30 tahun dalam populasi ini," ujar Leca.

Monyet yang memiliki kegemaran merampas barang itu bukan cuma ada di Bali. Bahkan, di India dan Thailand, aksi monyet-monyet itu sudah di taraf membahayakan.

Di India, monyet memakan tanaman petani, menyerang rumah di desa dan kota, dan mengerumuni petugas kesehatan dan mengambil sampel darah dari tes virus Corona.

Sementara di Lopburi, Thailand, monyet menunjukkan aksi yang lebih agresif selama pandemi virus Corona yang menyebabkan kedatangan turis nol. Padahal, monyet sudah terbiasa mendapatkan makanan dari pemberian wisatawan.

Monyet-monyet di Lopburi bahkan sudah ditangani dengan disterilkan.



Simak Video "Penampakan Monyet-monyet yang Kelaparan di Bali Serbu Rumah Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA