Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 16 Mar 2021 11:51 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Wisata Gapura Ala Jepang di Kudus yang Hits Banget

Dian Utoro
detikTravel
Wisata Mbalong Sangkal Putung yang berada di Desa Kesambi Kecamatan Mejobo, Kudus
Wisata Mbalong Sangkal Putung yang berada di Kesambi, Mejobo, Kudus (Dian Utoro Aji/detikTravel)
Kudus -

Wisata Kudus bertambah satu lagi dan menjadi destinasi yang sedang digilai traveler lokal. Berupa gapura ala Jepang di tengah rawa.

Spot wisata baru di Kudus, Jawa Tengah itu bernama Mbalong Sangkal Putung. Lokasinya berada di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo. Tempat wisata Mbalong sangkal Putung itu berjarak 13 kilometer dari pusat kota Kudus. Jika ditempuh dengan berkendara sekitar 24 menit.

Gapura itu unik karena berada di tengah-tengah rawa dan persawahan. Gapura itu berwarna orange. Di samping gapura terdapat tulisan "Wisata Mbalong Sangkal Putung". Di depan gapura terdapat jembatan berwarna biru yang terbuat dari bambu.

Kades Kesambi, Mokhamad Masri, menuturkan gapura dibangun untuk menarik wisatawan. Sebab, di Kudus belum ada spot wisata yang terdapat khas seperti di Jepang itu.

"Sebetulnya pada kumpul, nganco (mencari ikan), di Kudus kan belum nuansa di Jepang. Kita mencoba menonjolkan yang baru, sehingga ada daya tarik," kata Masri kepada detikcom.

Wisata Mbalong Sangkal Putung yang berada di Desa Kesambi Kecamatan Mejobo, KudusWisata Mbalong Sangkal Putung yang berada di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus (Dian Utoro Aji/detikTravel)

"Tidak ada tujuannya tertentu, biar ada arsitekturnya, ada daya tarik (wisatawan ke sini). Kemarin memang baru di pintu masuknya terus ke lainnnya (baru akan dikembangkan yang lain) secara bertahap," Masri menambahkan.

Masri mengatakan wisata itu belum dibuka secara resmi. Tapi, dua pekan belakangan ini sudah ramai pengunjung yang penasaran. Pengunjung pun belum dikenai tarif saat datang ke objek wisata tersebut.

"Saat ini masih gratis, supaya nanti ada pasar biar laku semua. sudah kita bagi, kita atur, mulai tempat parkir, lingkungan terdekat area wisata. Saling mengisi nantinya," kata dia.

Masri menyebut adanya gerbang ala Jepang itu bisa menghidupkan lahan tidak produktif. Kawasan itu merupakan langganan banjir. Bahkan, petani di kawasan tersebut sering mengalami gagal panen.

"Wisata Mbalong Sangkal Puting ini wisata baru, kita melihat ini kan lahan banjir, dan kebetulan di area ini setiap tahun selalu kebanjiran. Kita coba yang jadinya tanah kurang produktif lebih bisa produktif jadi kita buat wisata. Sehingga, nanti buat menambah penghasilan warga kita. Terutama sawah warga yang menjadi langganan banjir, nanti bisa jualan," kata Masri.

Masri bilang penamaan Wisata Mbalong Sangkal Putung itu disesuaikan dengan lokasinya. Mbalong berasal dari kata rawa sedangkan putung merupakan nama jalan yang berada di depan objek wisata tersebut.

Masri berjanji untuk mengembangkan kawasan dengan luas 3 hektare itu dengan fasilitas lain agar wisatawan betah. Termasuk pusat kuliner.

Wisata Mbalong Sangkal Putung yang berada di Desa Kesambi Kecamatan Mejobo, KudusWisata Mbalong Sangkal Putung yang berada di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus (Dian Utoro Aji/detikTravel)

"Nanti ada perahu becak di kolam, terus ada perahu di sungai sana menyusuri sungai 800 meter. Terus ada wisata pemancingan dan kuliner. Serta spot foto yang ada," ujar Masri.

"Nanti kita juga akan pasar sawah, warga tengah membuat. Biar nanti ada pasar warga yang berada kawasan sawah ini," kata dia.

Salah satu pengunjung, Susi, datang ke lokasi wisata itu karena penasaran. Dia baru pertama kali di wisata yang ada di Desa Kesambi tersebut.

"Sengaja datang ke sini sama anak dan keponakan, tahu dengar dari Facebook. Setelah ke sini bagus, anak tidak mau diajak pulang," kata Susi wisatawan asal Jekulo, Kudus.



Simak Video "Terkuaknya Alat Rapid Test Ilegal di Jateng Beromzet Rp 2,8 M"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA