Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 28 Apr 2021 17:37 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ada Wisata Religi Gratis di Bandung: Tur Pabrik Pembuatan Al Quran

Siti Fatimah
detikTravel
Bandung -

Bicara soal wisata, Kota Bandung seakan-akan habis memberikan objek wisata. Yang terbaru ada Kampung Wisata Quran di Kiaracondong.

Jika berkunjung, wisatawan akan diajak melihat proses pembuatan mushaf Al Quran dari mulai proses kreatif hingga percetakan. Bentuk yang diproduksi pun mulai mengikuti perkembangan zaman yang serba praktis.

Misalnya seperti Al Quran travel anti air yang berbentuk tas kecil, di dalamnya termasuk sajadah travel dan beberapa slot kartu. Ada juga Al Quran yang berbentuk cantik dan menarik bagi wanita dengan cover yang mudah diganti.

Kampung Wisata Quran di Kiaracondong, Bandung.Kampung Wisata Quran (Siti Fatimah/detikTravel)

Uniknya lagi, pengunjung tak dikenakan tarif masuk alias gratis, terkecuali bagi yang ingin membawa cendramata berupa pin, Al Quran terbitan Syaamil ukuran kecil atau sedang, goodie bag spesial Wisata Quran dengan kisaran paket seharga Rp 60-105 ribu.

"Kita bayarnya dengan saling mendoakan. Walaupun ada beberapa paket cendramata bagi pengunjung yang berminat," ujar Dikdik Kurniadi selaku Quran Epicentrum Manager saat ditemui detikTravel beberapa hari yang lalu.

Sementara itu, Direktur Marketing & Komunikasi Strategi Syamil Quran Rachman Rishatullah mengatakan, wisata Quran ini sudah dimulai sejak 2013 lalu.

"Jadi waktu itu kita punya pemikiran, bahwa kita ingin memberikan satu treatment bagaimana caranya kita sebagai perusahaan penerbit Al Quran ingin mendekatkan Al Quran ke masyarakat, terutama yang berkaitan dengan sebuah mushaf itu prosesnya seperti apa sih," kata Rachman.

Dia mengatakan, jika dibandingkan dengan wisata Quran di Madinah, pengunjung hanya dapat melihat dari jarak jauh dan terhalang kaca. Namun, di Bandung ini wisatawan berkesempatan melihat dari jarak dekat dan bertanya langsung terkait prosesnya.

"Itu yang kemudian ingin disampaikan kepada masyarakat, bahwa ternyata di belakang layar dari mushaf yang ada di masyarakat itu ternyata prosesnya sangat panjang," ujarnya.

Kampung Wisata Quran di Kiaracondong, Bandung.Aneka suvenir (Siti Fatimah/detikTravel)

Di sana wisatawan akan mendapatkan empat fase penjelasan mengenai produksi Al Quran. Rachman mengatakan, di awal para pengunjung akan diberikan pemaparan dalam bentuk videografi mengenai perkembangan mushaf Al Quran dari waktu ke waktu.

"Jadi itu tampilan pada waktu dikumpulkan tulisan di kayu, pelepah kurma, di batu kemudian dikumpulkan jadi satu. Sampai kemudian di cetak, di produksi secara masif hingga perkembangan sekarang bahwa mushaf itu ternyata dilengkapi juga dengan fitur-fitur kekinian, dengan ipen dan program-program lain yang melengkapinya," sambung Rachman.

Pada fase kedua, wisatawan akan mengunjungi ruang kreatif. Dimana di dalamnya terbagi menjadi beberapa bagian mulai dari layout naskah Al Quran, memeriksa khat/tulisan Al Quran sebelum naik ke percetakan.

"Setelah tahu di bagian kreatif, wisata Quran berikutnya melihat pabrik dari mulai bahan kertas besar, cetak dan prosesnya ada 17 langkah dan bisa bertanya langsung ke karyawan yang bertugas di sana. Jadi di bagian proses produksi bisa melihat langsung proses perbanyakan mushaf," kata Rachman.

Fase terakhir dari wisata Quran adalah pengunjung diberikan kesempatan untuk mendapatkan cendramata (oleh-oleh) dapat berupa mushaf yang diminati atau oleh-oleh dalam bentuk lain seperti hafalan Al Quran dengan cepat hingga belajar perbaiki tahsin (bacaan ayat Al Quran).

"Jadi misalnya pengunjung pengen dapet hafalan yang singkat dalam waktu setengah jam itu kita bisa dapat seperempat halaman dengan metode tiqrar atau kenang-kenangan menulis khat Al Quran itu juga kita ada untuk mushaf tulis. Bisa juga dalam bentuk oleh-oleh belajar tahsin memperbaiki bacaan Al Quran agar lebih merdu itu pakai langgam," imbuhnya.

"Nah jadi oleh-olehnya itu kemudian bisa dipilih oleh pengunjung. Pada akhirnya tahapan-tahapan tadi itu mencoba mendekatkan Al Quran secara langsung di balik sebuah mushaf ada pengalaman spiritual," pungkasnya.

(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA