Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 20 Jun 2021 12:00 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Libur Sekolah Tiba! Yuk, Kulineran di Pulau Kapotar

Hari Suroto
detikTravel
Wisata kuliner Pulau Kapotar
Kampung Mambor (Hari Suroto)
Papua -

Papua bukan cuma indah di mata, tapi juga sedap di lidah. Ini merujuk pada wisata kulinernya yang segar dan menggoyang lidah.

Pulau Kapotar merupakan pulau kecil berpasir putih, berada di Kampung Mambor, Distrik Kepulauan Moora, Kabupaten Nabire, Papua.

Pulau cantik ini dijadikan sebagai pulau lumbung pangan, perairannya tempat mencari hasil laut, daratannya sebagai tempat berkebun, berburu tikus tanah dan burung maleo dan mengambil hasil hutan lainnya.

Warga Mambor sendiri tinggal di Pulau Mambor di sebelah selatan Pulau Kapotar. Ada ungkapan di Pulau Mambor, 'ikan belum mati satu jam sudah dimakan'. Begitulah karena ikan masih segar, hasil tangkapan selektif, hanya ikan berukuran besar atau ukuran konsumsi, hasil memancing, balobe atau menangkap ikan pada malam hari saat air surut, ikan kecil dilepas, dibiarkan dan tidak diambil, hasil tangkapan saat itu juga, di pantai dibersihkan, pulang ke rumah langsung digoreng, dibakar atau dimasak kuah kuning.

Bumbunya sangat sederhana yaitu perasan jeruk dan garam. Sedangkan ikan kuah kuning, ditambah kunyit sebagai penyedap dan pewarna, disajikan bersama papeda. Papeda dibuat dari pati sagu ditambah perasan jeruk nipis secukupnya kemudian disiram dengan air panas.

Wisata kuliner Pulau KapotarWisata kuliner Pulau Kapotar Foto: (Hari Suroto)

Beda dengan ikan di kota, bisa dipastikan sudah mati berhari-hari dan disimpan dalam kulkas, pastinya tidak segar lagi dan tentu rasanya sudah beda. Kuliner di Pulau Mambor, sangat khas, berasal dari kebun, sangat segar, hanya dipanen saat akan dimasak, diambil secukupnya saja, besok petik lagi. Tanaman dibiarkan begitu saja tapi tumbuh subur. Sayur, buah-buahan dan umbi-umbian masih segar, dimasak menggunakan kayu bakar.

Ada cara unik dalam melunakkan gurita atau cumi-cumi, sewaktu dibersihkan dipukul-pukul di pasir pantai menggunakan pelepah pisang, dijamin saat dimasak, gurita atau cumi-cumi tidak alot.

Gurita atau cumi-cumi dimasak dalam bambu. Bambu kemudian dipanaskan di bara api.
Kuliner khas dari Pulau Mambor yaitu pisang dan keladi masak santan.

Cara memasak pisang dan keladi yaitu pisang tanduk dan keladi direbus menggunakan santan kelapa dengan bumbu garam, direbus sampai air santan habis. Rasanya sangat gurih.

Menu ini disajikan dengan tumisan daun pepaya. Walaupun berbahan daun pepaya, namun dijamin tidak pahit. Cara memasak daun pepaya supaya tidak pahit resep khas mama-mama Mambor yaitu sewaktu menumis, bawang putih dan bawang merah dimasukan dalam minyak kelapa yang sudah panas, kemudian sayur daun pepaya dimasukan, tanpa ditambah garam.

Wisata kuliner Pulau KapotarWisata kuliner Pulau Kapotar Foto: (Hari Suroto)

Minyak kelapa sudah menjadi bumbu tumisan dengan aroma yang harum dan berasa gurih, walaupun tanpa garam. Ternyata garamlah yang membuat sayur pepaya jadi pahit.

Resep lainnya agar daun pepaya tidak pahit, daun pepaya ditumis bersama daun melinjo, daun gedi, pucuk tanaman labu, daun katuk dan jamur sagu, dimasak tanpa garam, hanya memakai minyak kelapa saja.

Menumisnya menggunakan minyak kelapa buatan sendiri. Ikan juga digoreng dengan minyak kelapa. Kuliner lainnya, kerang laut yang direbus, olahan kerang lainnya yaitu dimasak dalam bambu. Kerang dipecah, diambil dagingnya, kemudian daging kerang dimasukan dalam bambu, dan dipanaskan dalam bara api.

Bahkan ada kerang instan, yaitu sejenis kerang yang hanya didapatkan di telaga air asin di tengah Pulau Kapotar, kerang disiram air panas, dibiarkan sebentar, langsung dimakan, rasanya sangat manis, tidak amis, bagi warga Mambor dijadikan sebagai makanan selingan sambil menunggu ikan yang digoreng masak.

Wisata kuliner Pulau KapotarWisata kuliner Pulau Kapotar Foto: (Hari Suroto)

Kuliner unik lainnya yaitu pisang tongkat langit yang dibakar, dimakan dengan kelapa tua mentah, tanpa diparut, kelapa tua langsung dimakan. Rasanya pisang yang manis dan gurihnya kelapa tua.

Keladi bakar juga dimakan langsung dengan kelapa tua. Kuliner lainnya yaitu tepung sagu kering dicampur dengan ulat sagu, dibungkus daun sagu kemudian dipanaskan di bara api. Lemak ulat sagu akan meresap dalam tepung sagu, menjadikan rasa khas yang gurih, walaupun tanpa bumbu apa-apa.

Resep alami ini, membuat orang Mambor berumur panjang, pada usia 60 tahun, mereka masih kuat berkebun dan melaut, bahkan pada usia tersebut, masih bisa membaca tulisan tanpa menggunakan kacamata.



Simak Video "Menkominfo Pastikan Layanan Telekomunikasi di PON XX Papua Lancar"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA