Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 24 Jul 2021 13:21 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ada Lho Penangkaran Kupu-kupu di Dekat Candi Borobudur

Eko Susanto
detikTravel
Magelang -

Tak jauh dari Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ada penangkaran kupu-kupu. Namanya, Borobudur Butterfly Edu. Di lokasi ini bisa belajar mengenal jenis kupu-kupu dan cara penangkarannya.

Borobudur Butterfly Edu berada di Dusun Mendalan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Borobudur. Jarak antara Candi Borobudur dengan lokasi sekitar 2 kilometer.

Sebelum adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), pengunjung telah banyak yang datang. Seiring adanya PPKM, kemudian destinasi wisata juga tutup. Untuk itu, wisatawan bisa datang dan melihat proses penangkaran kupu-kupu setelah dibuka kembali.

Penangkaran kupu-kupu tersebut mulai dibangun pada awal tahun 2020, kemudian mempersiapkan dan menata galeri untuk ruang pamer jenis kupu-kupu. Selanjutnya, galeri resmi dibuka mulai bulan Agustus 2020.

"Saya mulai mengadakan penangkaran itu sekitar awal tahun 2020. Mulai menata penangkarannya, galerinya, tapi kami buka galerinya baru awal Agustus 2020. Yang ada di penangkaran itu sekitar 15 sampai 20-an jenis (kupu-kupu)," kata pemilik Borobudur Butterfly Edu, Warih Budi Triningsih kepada detikTravel saat ditemui di lokasi, Jumat (23/7/2021).

Adapun galeri ini dulunya garasi, sedangkan lokasi penangkaran berada di belakang rumahnya. Pembangunan penangkaran kupu-kupu ini didasari atas rasa keprihatinan terhadap keberadaan kupu-kupu yang mulai habis karena predator baik manusia maupun hewan.

Penangkaran Kupu-kupu di Candi Borobudur MagelangPenangkaran kupu-kupu di dekat Candi Borobudur Magelang (Foto: Eko Susanto/detikcom)

Kemudian di sekitar Candi Borobudur sudah banyak berdiri bangunan baik vila, hotel maupun lainnya yang membuat komunitas kupu-kupu akan berkurang. Harapannya dengan penangkaran yang dilakukan ini keanekaragaman kupu-kupu masih bisa terjaga hingga kelak kemudian.

"Kami merasa bahwa kupu-kupu di sekitar Candi Borobudur itu sudah mulai habis karena banyak dimanfaatkan oleh predator, baik itu predatornya manusia maupun hewan. Selain itu, fase kupu-kupu dalam bentuk ulat banyak orang yang tidak suka sehingga ulat-ulat banyak dibasmi, ada yang diberikan burung, bahkan para petani sering membasmi ulat-ulatnya dengan pestisida," katanya.

"Kalau fase ulatnya sudah habis, maka kupu-kupu akan habis, apalagi sekarang lokasi di wilayah Borobudur sudah banyak dibangun vila-vila, banyak dibangun hotel-hotel, tempat wisata, sudah barang tentu komunitas dari kupu-kupu itu juga akan berkurang nanti lama kelamaan. Kupu-kupu itu pun akan habis. Kami belajar untuk mengembangkan kupu-kupu itu lewat penangkaran di rumah dengan harapan nanti keanekaragaman kupu-kupu itu masih bisa terjaga sampai kelak," tutur Warih yang juga pengajar IPA di SMPN 2 Borobudur, itu.

Penangkaran Kupu-kupu di Candi Borobudur MagelangPenangkaran kupu-kupu di dekat Candi Borobudur Magelang (Foto: Eko Susanto/detikcom)

Penangkaran kupu-kupu yang dilakukan bersama suaminya, Muhammad Fathul Mubin. Untuk jenis kupu-kupu yang ditangkarkan berkisar antara 15 hingga 20 jenis antara lain Papilio Demoleus, Papilio Demolima, Hypolimnas Bolina, Graphium Mayeri, Graphium Agamemnon, Papilio Ascalapus dan Troides Helena. Kemudian ada yang menjadi kebanggaan yakni Troides Helena atau sering disebut kupu raja karena keberadaannya mulai langka.

"Penangkaran kupu-kupu di sini antara lain ada Papilio Demoleus, Papilio Demolima kemudian Hypolimnas Bolina, ada Graphium Mayeri, ada Graphium Agamemnon, ada Papilio Ascalapus, ada Troides Helena. Nah yang jadi kebanggaan kami itu adalah Troides Helena karena Troides Helena atau sering disebut kupu-kupu raja itu adalah sudah mulai langka. Paling langka di antara yang lain," tuturnya.

Selanjutnya, mengenal kupu-kupu lebih dalam >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA