Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 11 Agu 2021 16:18 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Uniknya Jepa, Pizza Khas Suku Mandar di Sulbar

Abdy Febriady
detikTravel
Polewali Mandar -

Masyarakat Suku Mandar yang mendiami Provinsi Sulawesi Barat memiliki menu makanan unik bernama Jepa. Makanan yang terbuat dari parutan singkong dan kelapa ini bentuknya bulat pipih, sehingga kerap disebut pizza dari tanah Mandar.

Proses pembuatan jepa cukup mudah. Untuk mendapatkannya juga tidak sulit. Jepa dijajakan pada hampir semua pasar tradisional di daerah ini.

Seperti yang terlihat di Pasar Induk Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Dua wanita lanjut usia masing-masing bernama Mariam (70 tahun) dan Asma (60 tahun), tampak sibuk membuat jepa sembari melayani pembeli yang datang silih berganti.

Jepa dibuat dengan cara memasukkan parutan singkong bercampur kelapa ke atas tembikar yang terbuat dari tanah liat. Sebelumnya, tembikar terlebih dahulu dipanaskan menggunakan api sedang dari kayu bakar. Oleh warga setempat, alat membuat jepa disebut panjepangan.

Jepa, makanan khas Polewali MandarJepa, makanan khas Polewali Mandar Foto: Abdy Febriady/detikcom



Setelah parutan singkong bercampur kelapa dibentuk bulat, bagian atasnya juga diberi tembikar yang telah dipanaskan. Tujuannya, agar jepa lebih cepat matang, dan tidak mudah hancur. Proses pembuatan jepa ini tidak membutuhkan waktu lama, hanya beberapa menit.

Seiring berjalannya waktu, para pembuat jepa mulai berinovasi dengan varian rasa. Salah satunya dengan memberi topping dari parutan gula merah.

Salah satu warga, Asma mengatakan sudah lebih sepuluh menggeluti profesi sebagai pembuat dan penjual jepa. Dia mengaku, penghasilan yang diperoleh dari hasil berjualan jepa, cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan tiga anaknya.

"Hasilnya lumayan, paling sedikit 200 ribu, tergantung bahan dan kondisi," ujar Asma kepada wartawan, Rabu siang (11/08/2021).

"Alhamdulillah, selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hasilnya saya pakai untuk biaya sekolah tiga anak. Dua di antaranya masih kuliah," dia menjelaskan.

Kendati demikian, wanita yang berasal dari Desa Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene ini bilang tidak setiap hari berjualan jepa. Dia berjualan sesuai jadwal pasar tradisional di daerah ini.

"Kalau di Pasar Baru, Kecamatan Luyo, jualan setiap hari Selasa dan Jumat, kalau di Pasar Induk Kecamatan Wonomulyo, jualan hari Rabu dan Minggu," kata dia.

Jepa, makanan khas Polewali MandarJepa, makanan khas Polewali Mandar Foto: Abdy Febriady/detikcom



Hal serupa juga diungkapkan Mariama. Ia menyebut aktivitas membuat dan menjual jepa dilakukan dari pagi hingga siang hari.

"Sebelum subuh kita sudah tinggalkan rumah, Sholat subuh di sini. Biasanya menjual sampai jam satu siang," tuturnya.

Menurut Mariama, jepa buatannya dijual dengan harga relatif murah. Hanya lima ribu rupiah untuk tiga lembar jepa.

"Sebungkus jepa harganya 5000 rupiah, isinya tiga (jepa). Kalau sudah mau pulang, kita jual murah, apalagi kalau yang beli langganan, kita tambah, " kata dia sambil tersenyum.

(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA