Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 01 Jul 2021 14:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Melepas Penat di Pulau Tabuhan

Lury Apriyanti
d'Traveler
Bawah Laut Pulau Tabuhan
Bawah Laut Pulau Tabuhan
Grand Watu Dodol
Grand Watu Dodol
Menikmati indahnya langit dan pasir pantai
Menikmati indahnya langit dan pasir pantai
Kebersamaan yang indah
Kebersamaan yang indah
detikTravel Community -

Jika ingin berkunjung ke kota Banyuwangi yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Kota ini terletak di ujung paling timur Pulau Jawa. Banyuwangi dihuni oleh berbagai suku, penduduk mayoritas Banyuwangi adalah Suku Osing.

Mereka banyak bertempat tinggal di Kelurahan Pakis (Kelurahan paling Selatan di wilayah Kec.Banyuwangi) dan Kelurahan Sumber Rejo (kelurahan paling ujung di sisi selatan Kec. Banyuwangi). Selain Suku Osing ada juga dari masyarakat Madura, Suku Bali, Suku arab, Keeturunan Mandar dan Bugis, serta keturunan Melayu.

Kenapa disebut kota Banyuwangi? Dalam bahasa Jawa Banyu Wangi artinya air beraroma harum. Karena pada zaman dahulu kala menurut Legenda masyarakat di Banyuwangi tersebut Pada Jaman dahulu kala hiduplah seorang Raja bernama Prabu Sulahkromo.

Raja tersebut memiliki Patih yang bernama Patih Sidopekso, Sang Patih mempunyai istri bernama Sri Tanjung yang memiliki paras yang sangat cantik. Hingga akhirnya Sang Paduka Raja Prabu Sulahkromo mengirim Patih Sidopekso untuk menjalankan Titah kerajaan, agar Raja Sulahkromo bisa mendekati Sri Tanjung.

Rayuan Raja Sulahkromo di tolak oleh Sri Tanjung, dan Raja memfitnahnya bahwa Sri Tanjung menggoda serta merayu Raja Sulahkromo. Fitnah tersebut membuat Patih Sidopekso marah besar serta menyeret Sri Tanjung ke tepi sungai dengan penuh amarah.

Patih Sidopekso menghunuskan keris di dada istrinya, sebelum Sri Tanjung meninggal, Sri Tanjung mengucapkan pesan terakhir untuk membuktikan kesetiaannya dengan berpesan kepada Patih Sidopekso demikian : Apabila air sungai tersebut berbau busuk, maka Sri Tanjung telah berbuat salah. Tetapi jika air sungai tersebut berubah menjadi wangi, maka ia tidak bersalah. Dan ternyata air sungai tersebut berbau wangi.

Explore Pulau Tabuhan

Pulau Tabuhan berasal dari Bahasa Osing (suku asli Banyuwangi) yang berarti tetabuhan / musik, yang dikarenakan angin yang bertiup di pulau ini sangat kencang dan menimbulkan bunyi seperti alunan musik. Untuk menuju ke Pulau Tabuhan, saya menyebrang melalui GWD (Grand Watu Dodol).

Berikut perkiraan biaya untuk menuju ke Pulau Tabuhan :

1. Tiket masuk GWD saat weekday Rp 5.000 saat Weekend Rp 7.000.
2. Parkir Motor Rp 2.000, Parkir Mobil Rp 5.000
3. Sewa Perahu Rp 300 ribu - Rp 500 ribu

Maka saya bersama rombongan kami menyebrang menuju ke Pulau Tabuhan. Cuaca saat itu cerah dengan langit biru yang sangat indah. Perjalanan kami untuk sampai di Pulau Tabuhan membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit dari GWD.

Setelah saya sampai di Pulau ini saya segera berlari menikmati birunya langit dan lembutnya pasir putih. Wow... Amazing! Sembari saya tersenyum lalu bersyukur kepada Sang Pencipta dan berdoa kepada Sang Pencipta "Dengan sajak syukurku akan kutitikan rindu padanya, derai ombak laut pada bibir pantai ini yang kan menggaramkan buihnya rindu dalam diam".

Lalu saya berjalan bersama teman-teman untuk menikmati Pulau Tabuhan yang mempunyai daya tarik pemandangan laut yang jernih dengan pasir putih nya serta pemandangan Gunung Ijen, Raung dan Balunara. Kita bisa melakukan aktivitas snorkling, selain itu juga bisa menikmati pemandangan sunset dan sunrise dari tepi pantai.


Pulau ini adalah pulau yang tidak berpenghuni, dengan deretan pasir putih yang sangat lembut aku pun berjalan di sepanjang sisir bibir pantai di Pulau Tabuhan ini. Alunan angin yang berhembus seakan memberikan pesan seperti layaknya musik semesta yang sangat indah.

Lalu aku menikmati deburan ombak serta langit biru yang seakan memberikan ku sebuah pesan bahwa "Hai kamu...duduklah dengan diam dan santai di pantai. Kemudian tutup matamu, dan rasakanlah desiran suara angin, dan rasakan tarian indah ombak yang sedang menghibur kesedihanmu". Maka kurasakan kedamaian di dalam hati, yang seakan pernah hilang untuk sesaat.

Pantai adalah tempat kesunyian di mana saya bisa membebaskan jiwa dan menikmati waktu untuk bersantai. Dengan kontur bawah air tebing, keanekaragaman Hard Coral dan Soft coral yang luar biasa tersebut dapat ditemui dengan mudah, Ekosistem yang sangat terjaga.

Pasir pantai yang berwarna putih bersih, serta air laut yang berwarna biru tosca membuat liburan ini semakin berarti bagi saya. Bagi yang suka Camping, di Pulau ini menyediakan spot pemandangan alam yang indah, dengan air yang begitu tenang akan membuat memory anda tentang Pulau ini terasa sangat syahdu.

Agar lebih mudah, nyaman, dan murah maka anda bisa menggunakan jasa tour Private maupun Open Trip untuk ke Pulau ini.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA