Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 21 Agu 2021 18:53 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Melihat Bekas Stasiun Kereta Api yang Kini Jadi Sekolah

Eko Susanto
detikTravel
Bekas Stasiun Grabag Merbabu yang dijadikan ruang kepala sekolah, tata usaha dan guru SMP Ma’arif Grabag
Bekas Stasiun Kereta Api Grabag Merbabu yang menjadi sekolah SMP Ma'arif Grabag. (Eko Susanto/detikcom)

Kendati beralih fungsi dari stasiun kereta api menjadi sekolah, fasad gedung tidak berubah. Sebabnya, bangunan itu masuk cagar budaya.

Tanda bahwa bangunan sekolah SMP Ma'arif itu merupakan cagar budaya ada pada papan yang bertuliskan 'Bangunan cagar budaya milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dilindungi UU No 11 Tahun 2020 tentang cagar budaya'.

"Saya pernah mengajar di ruangan bekas stasiun itu, sekarang jadi kantor TU," ujar Asnawi, yang juga mengajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) itu.

Sementara itu, ruang kelas yang digunakan saat ini merupakan pelebaran yang juga dilakukan di atas tanah PT KAI. Kemudian, dalam perkembangannya pengelola sekolah baru saja membeli lahan yang berjarak 50 meter dari stasiun dan masih berada di Pagonan.

"Kalau kelas itu bangunan sendiri di lahan PJKA," ujarnya.

"Sekarang (beli lahan) sebelah lapangan dari sini sekitar 50 meter, (masih) Pagonan. Baru saja selesai (pembayaran)," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Pegiat Komunitas Kota Toea Magelang, Bagus Priyana, mengatakan merujuk gaya bangunan di Stasiun Grabag Merbabu sudah ada sejak tahun 1950-an. Gaya bangunan yang ada hampir mirip dengan Stasiun Mertoyudan di masa Djawatan Kereta Api (DKA).

"Keberadaan stasiun tersebut dulunya penting khususnya untuk mengangkut hasil bumi berupa kopi. Grabag sisi utara merupakan kawasan perkebunan kopi. Selain itu, untuk mengangkut sayuran dari Ngablak dibawa menuju kota-kota besar seperti Yogyakarta, Semarang dan lain-lainnya," kata Bagus.

Lokasi Stasiun Grabag Merbabu yang ad di antara Stasiun Gemawang di sisi utara dan Stasiun Candi Umbul di sisi selatan juga menjadi salah satu akses mobilitas masyarakat di masa lalu.

"Stasiun Grabag Merbabu menjadi sarana bagi warga untuk berekreasi menuju tempat wisata di Grabag," ujarnya.

Bagus menambahkan, untuk stasiun kereta api yang pernah ada di wilayah Magelang antara lain mulai dari selatan yakni Semen, Tegalsari, Dangeyan, Muntilan, Pabelan dan Blabak. Kemudian, Blondo, Japonan, Mertoyudan, Banyurojo, Magelang Pasar dan Magelang Kota. Setelah itu, ada di Payaman, Candi Umbul dan Stasiun Grabag Merbabu.

"Secara fisik maupun penggunaan masih baik (Stasiun Grabag Merbabu) lainnya beralih fungsi," kata Bagus.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Wisata Negeri Kayangan Magelang Suguhkan Keindahan Kabut dan Gunung"
[Gambas:Video 20detik]

(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA