Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 01 Okt 2021 18:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Walau Buka 'Khusus', Museum Soeharto Begitu Sepi

Museum Memorial Jenderal Besar HM. Soeharto
Foto: (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Tentang museum

Terkait ada apa saja di Museum tersebut, Gatot mengatakan bahwa di Gedung Atmosudiro demikian nama bangunan yang tepat berada di sisi barat joglo. Nama Atmosudiro sendiri ditabalkan dari nama eyang Pak Harto.

"Dalam bangunan ini pengunjung akan disuguhi rangkaian visualisasi tonggak-tonggak penting perjalanan hidup Pak Harto. Dirancang dengan teknologi multimedia serta tata ruang artistik, sehingga seperti berjalan melintasi lorong waktu," ucapnya.

"Terus untuk selasar ruang karya berbentuk gulungan (rol) film berhiaskan sejumlah visualisasi singkat tentang Pak Harto, serta sebuah multimedia denganlayar sentuh yang menyajikan informasi lengkap seputar museum beserta koleksinya," lanjut Gatot.

Selanjutnya, kata Gatot, terdapat Selasar Serangan Oemoem 1 Maret 1949. Di selasar tersebut pengunjung dapat menyaksikan sejumlah diorama dan floor interaktif, serta foto dokumentasi peristiwa Serangan Oemoem 1 Maret 1949.

Museum Memorial Jenderal Besar HM. SoehartoMuseum Memorial Jenderal Besar HM. Soeharto Foto: (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Lebih lanjut, di Selasar Trikora/Operasi Mandala menunjukkan karier Pak Harto di bidang militer semakin bersinar terang sejak dipercaya oleh Presiden Soekarno menjadi Panglima Komando Mandala dalam rangka Tri Komando Rakyat (Trikora) untuk pembebasan Irian Barat.

"Para pengunjung dapat menyaksikan sejumlah foto dan film dokumentasi serta diorama tentang kepemimpinan Mayor Jendral Soeharto dalam operasi militer terpadu ini," ujarnya.

Sedanngkan di Selasar Kesaktian Pancasila menjelaskan faktor penentu keberhasilan bangsa Indonesia keluar dari bencana nasional akibat pengkhianatan Partai Komunis Indonesia dalam peristiwa G30S pada tahun 1965.

Di mana berbekal Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (Supersemar) dari Presiden Soekarno, segera Pak Harto membubarkan PKI dan melarang ajaran Marxisme Komunisme.

"Beliau juga bertindak cepat untuk memulihkan stabilitas ekonomi, sosial, dan politik yang terjadi pasca tragedi nasional akibat kebiadaban PKI. Pak Harto berjasa besar dalam menyelamatkan bangsa Indonesia dari usaha kaum komunis untuk mengubah falsafah negara Pancasila," katanya.

Selasar Masa Pembangunan menjelaskan Jalan sejarah mengantarkan Pak Harto tampil di pucuk kepemimpinan nasional. Pasca tragedi nasional G30S/PKI dan keberhasilannya memulihkan stabilitas nasional, membuat Pak Harto menjadi tumpuan harapan bangsa Indonesia era Orde Baru.

Tepat pada 12 Maret 1967 Pak Harto secara resmi diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia yang kedua. Dan sepanjang kepemimpinannya, Pak Harto berpegang teguh kepada UUD 1945 dan Pancasila, serta bekerja sepenuh hati untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsanya melalui program pembangunan nasional yang disebut Repelita.

"Para pengunjung dapat menyaksikan berbagai foto dan video serta visualisasi keberhasilan Pak Harto dalam menjalankan pemerintahannya pada masa Orde Baru," ujarnya.

"Pada bagian akhir ditampilkan pula visualisasi detik-detik bersejarah serta dokumen penting ketika Pak Harto menyatakan berhenti sebagai Presiden RI (21 Mei 1998)," imbuh Gatot.

Selain itu, di Museum juga terdapat Gedung Notosudiro merupakan bangunan rumah tradisional masyarakat Jawa. Menurutnya, nama tersebut diambil dari nama eyang buyut Pak Harto.

"Bangunan ini terletak di belakang joglo dan merupakan tempat persinggahan para tamu dan keluarga. Pada bagian depan rumah terdapat perpustakaan yang berisi buku-buku tentang Pak Harto yang bisa dibaca ditempat oleh para pengunjung," katanya.

Sedangkan tepat di sisi timur Gedung Notosudiro terdapat sebuah sumur yang merupakan satu-satunya petilasan Pak Harto. Pada masa itu, terdapat sebuah rumah kecil dengan sumur di sudut rumah.

"Sumur inilah yang menjadi saksi sejarah masa-masa kelahiran bayi yang kelak menjadi salah satu pemimpin besar Indonesia," ujarnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Sajian Unik Ingkung Gurame di Bantul"
[Gambas:Video 20detik]

(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA